Jumat, 16 Mei 2014

Saat Bertemu dengan Mahasiswa KKN Sultan Qaimuddin Kendari




Cerita ku Ketika Bertemu Mahasiswa KKN STAIN Sultan Qaimuddin Kendari
Posko Ulundoro-Aere

Menyongsong Hari yang baik dengan fajar yang sudah terbit di ufuk timur dengan cerah dan seceriah hati Di Kolaka Timur tepatnya di Ulunduro, Aere. Ketika itu pada tanggal 31 Januari 2014, telah datang seorang anak dari tetangga Kepala Desa Ulundoro yang juga merupakan Mahasiswa yang kuliah di Makassar. Ketika itu pula dia mengetahui bahwa di depan rumah, tepatnya di rumah Kades Ulundoro terdapat posko KKN STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.
Sore itu dia melihat Mahasiswa yang baru saja pulang dari Mesjid Aere untuk menghadiri dan mengikuti Sunnah Rasul yaitu Maulid Nabi SAW.Ketika itu si anak tetangga berbincang dengan salah satu Mahasiswa KKN sambil makan rambutan.Mahasiswa ini Namanya Anton.Kemudian Mahasiswa yang ikut bersama dengan tetangga sebelah namanya Wahid. Perlahan lahan si anak tetangga tersebut sudah mengetahui dan mengenal nama mahasiswa KKN STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.
Ceritaku Ketika Ada Mahasiswa KKN
Ketika itu saya datang dari Makassar, saya diceritakan oleh ibu  bahwa Mahasiswa yang ada didepan rumah secara pribadi kehidupannya sama dengan kehidupan kita nak “Kata Ibu”. Mereka semua ini berbeda suku dari 6 Mahasiswa-Mahasiswi yang sedang KKN di sini “Ungkap Ibu”. Ada yang  dari Muna, Kolaka Utara, Konsel dan Jawa. Beragam bahasa pula.Ada yang orang tuanya berbeda suku antara ayah dan ibu. Bahasa Jawa, Tolaki, Bugis dan Muna. Diantara mereka nak, ada yang sudah yatim, ada yang ayahnya sudah tiada dan ada juga kehilangan sosok ibu, ada pula sang kakak yang menyekolahkan adiknya di prguruan tinggi serta adapula yang orang tuanya hanya sebagai dagang kue keliling untuk kebutuhannya sendiri dan biaya kuliah sang anak.Mereka semua disatukan untuk melaksanakan tugas akhir dari tri darma kampus dan mengaplikasikan atau menerapkan apa yang telah didapat di perguruan tinggi selama kuliah. Selama beberapa hari kemudian saya tidak pernah melihat kembali Mahasiswa (i) yang ada di posko pada saat itu.
Tapi sepertinya saat itu belum bisa beradaptasi langsung dengan warga sekitar sehingga tidak Nampak pada saat warga setempat mengadakan olahraga sore.Namun beberapa waktu kemudian, saya melihat ada 2 Mahasiswa yang hoby dengan olahraga bola atau futsal. Mereka berdua adalah Ddan W. Ketika itu pula ada Mahasiswi berinsial Aberjilbab coklat keluar dan gabung dengan warga sekitar menyaksikan permainan bola volley. Ketika di Malam hari mereka suka nongkrong di depan rumah. Sekret mereka namanya Jembatan Gantung…Hahhahaahah Ada-ada aja deh mereka…Nah mereka memiliki 2 sekret yang pertama itu jembatan gantung ”kata mereka” dan Pohon Kakao. Wah yang satu ini, Pohon Kakao cukup menyenangkan juga pastinya bagi mereka karena mau tidak mau mereka harus berpacaran dengan nyamuk.Pada saat itu, mereka belum terlalu akrab karena mereka berbeda jurusan. Lambat laun mereka semunya akrab satu sama lain.
Ketika itu dimalam hari selanjutnya saya ikut gabung dengan mereka di sekretnya bernama jembatan gantung.Satu hal yang saya ingat ketika itu, mereka menceritakan masalah organisasi yang di ikuti. Mahasiswi berinsial A mengatakan bahwa saya pernah ikut organisasi HMI. Pengkajian dan Pengkaderan HMI selama 7 hari.Tetapi saya tidak sanggup mengikutinya, 3 hari saja itu sudah berat karena saya cepat mengantuk dan mengantuk. Spontan Mahasiswa berinsial D menjawab “ Pantas kita kelaparan  hae karena yang diurusin pagi sampai sore itu cuman tidur…Hahahahahahaha dan perlu di tulis dalam agenda kegiatan KKN sebagai Proker”. Wadduh celaka deh…
Nampaknya mahasiswa KKN posko Ulundoro beruntung berada di tempat itu karena warga Ulundoro cukup ramah dan senantiasa berbagi.Selain itu mereka sudah dianggap jadi warga Ulundoro sendiri. Nah disinilah cinta mereka tumbuh kian membesar hingga cintanya pada Ulundoro makin membara pada saat penarikan Mahasiswa KKN STAIN Sultan Qaimuddin Kendari selama 40 hari di Ulundoro hingga saat ini.
Ketika itu saya ingin mengajak kakak Mahasiswa (i) datang  menyaksikan MTQ Ke-1 Kolaka Timur yang di gelar di ibu Kota Kabupaten, Rate-rate yang berjarak sekitar 35 Km dari Rumah ke Ibu Kota Kolaka Timur. Tetapi yang jadi kendala adalah masalah transportasi yang tidak memungkinkan untuk pergi. Ketika itu juga Salah satu Mahasiswa  dari posko Ulundoro ke Ladongi untuk menjemput teman ceweknya yang berada di Ladongi.
pagi hari yang baik yang sangat mendukung aktivitas. Mereka semua pergi ke Market berbelanja kebutuhan sehari-harinya dan untuk ke esokan harinya dan selanjutnya pula.Sewaktu tugas mereka telah tiba dimana mereka membagi 2 kelompok Pada kegiatan TPA.Saya merasa kasihan melihatnya dan panas terik matahari berjalan kaki tetapi mereka bisa melewatinya hingga selesai kegiatannya.Ketika mereka kembali ke posko.Yang datang pertama di posko yang mana mahasiswa (i) 1 cewek dan 2 cowok. Ketika sampai di Posko si cewek lagi-lagi duduk sembari di bawah pohon kakao dengan panas terik matahari. Saking asyiek dan gembiranya dengan menemukan sinyal setelah mensearch jaringan. Tiba-tiba pacarnya  si cewek datang menghampiri cewek tersebut sambil berkata dengan suara menggonggong.Betapa romantisnya pacarnya mengeluarkan suara seperti itu. Tetapi saking gilanya itu cewek lari masuk ke dalam rumah sambil berteriak histeris dan memanggil teman mahasiswa cowoknya  berinsial D. Setelah beberapa waktu kemudian ada 2 cewek yang merupakan mahasiswi sedang menunggu kedatangan temannya yang belum pulang dari Masjid yaitu 1 cewek dan 1 cowok. Mereka singgah di warung belanja.Kemudian Mampir di rumah tetangga dan dipersilahkan mencicipi beberapa makanan.Kemudian yang 2 cewek tersebut melihat mereka singgah dan berbondong-bondong datang juga.Yang menarik diperbincangkan ini Kata si cewek berinsal Raha bahwa ini apanya namanya, kok enak juga yah?Si cewek berinsial yang kelihatannya tersipu malu berinsial K menyahut ini namanya Kolak Sukun. Cewek Raha, tapi enak juga rupanya. Tiba-tiba si cowok berinsial A mengambil juga, ini apa namanya, apakah ini juga namanya doko utti, seperti semalam yang dimakan. Cewek Raha menyahut saya tahu ini barongko namanya.Terus yang semalam di makan di posko kolak sukun juga “Kata Cewek Raha”.Cewek berjilbab coklat berkata bukan, yang semalam itu yang dibawa tetangga sebelah itu namanya kolak pisang. Tiba-tiba ibu menawarkan sayuran kacang-kacangan atau polong-polongan.Cewek Raha berkata ini apa namanya ibu karena bijinya berwarna putih . Si anak Ibu menjawab ini namanya kacang sebangsa kacang ijo atau dengan kata lain teman dari kacang ijo.
Waktu itu adalah hari rabu dimana hari itu adalah hari pasar di Iwoi Imenggura. Ketika itu saya ke sana bersama ibu. Tiba-tiba saya melihat 3 Mahasiswi dating juga bersama kades dan ibu desa.Saya melihatnya, tetapi yang aneh 1 yang ketawa sambil menutup mulut dengan jilbab, yang satunya menoleh kesamping seakan tidak mau terlihat dan kelihatan malu.Dan saya berpikir bahwa apakah mereka berpikir bahwa saya sedang menertawakan mereka atau mengoloknya karena kenapa mereka seperti itu.Setelah itu turun dari mobil nampaknya mereka langsung menyerbu tukang bakso….hahahhhahha kenyang deh jadinya.
Pada pagi hari di waktu lain, 3 cowok mahasiswa datang ke rumah ditemani Pak Desa. Mereka mencuci pakaian.Ketika itu pula saya tahu mereka. Pada saat mereka bertiga di waktu sore rupanya telah membuat denah dan batas-batas desa beserta nama kepala daerah yang bertanggung jawab di Ulundoro. Pada malam harinya mereka semua berkumpul di sekretnya “Jembatan Gantung” tetapi sering juga dipake sekretnya di bawah pohon kakao untuk mensearch jaringan untuk berkomunikasi dengan someonenya. Tapi anehnya ketika someonenya telah di Callingdan yang dating itu seekor Anjing. Anjing tersebut rupanya Naksir diantara 3 cewek tersebut.Tapi entah siapakah yang dimaksud? Cewek itu kemudian melarikan diri kedalam rumah.Siapakah dia?Siapa Gerangan?Bahkan si cewek menyahut cocokya anjing itu sama si D..
Seiring berjalannya waktu, pada malam harinya belajar Lulo dengan  D dan A. Keesokan harinya saya tiba-tiba balik ke Makassar secara mendadak tanpa pamit dengan Mahasiswa KKN. Setelah seminggu di Makassar ada yang ingin mengerjain saya tetapi saya tahu dia siapa tak lain dari Cewek Raha. Cewek Raha berkata Halo bisa bicara dengan yang punya nomor ini?Saya menyahut iya boleh. Cewek Raha, lagi ngapain sekarang? Saya menyahut tidak ada.Kita sendiri ngapain? Cewek Raha, Lagi nongkrong bersama dengan warga? Saya berkata saya tahu ini, pasti Kak S. Oh iya katanya kita sudah sakit? Cewek Raha, hmm kita mau kerjain kamu tadi ?Ya Allah kamu pulang tidak bilang-bilang, tidak pamit.Awalnya kami setelah dari TK saya mau pinjam kamera.Ketika sorenya saya datang kerumah kamu, eh katanya kamu pulang.Saya menjawab iya betul sekali.Saya minta maaf lupa pamit dengan kalian semua karena mendadak.
Ketika paginya saya menelfon dengan ibu.Ibu bilang lagi di kebun bersama D dan W memeti rambutan untuk di bawah ke Kendari sebagai ole-ole.Ketika di malam harinya.Tiba-tiba calling cewek raha sambil berbincang.Cowok D berkata katanya sedih meninggalkan Ulundoro.Dan tak lama saya sudahi karena tetangga kamar ada yang kesurupan 2 orang.Tak lama kemudian ada yang mencalling kembali dengan nomor baru cuman saya tidak tahu itu siapa yang jelas dari Mahasiswa yang adalah di Ulundoro.Ternyata dia Kak K.
Keesokan harinya mereka kembali ke Kendari dengan isak tangis yang tak bisa dibendungnya.Bahkan sewarga Ulundoro katanya ikut terisak tangis dan terharu melihat mahasiswa KKN penarikan.Ketika Mereka sampai di Kampus tercinta, matanya masih membengkak. Ketika mereka berpisah satu sama lain. Dirumah masing-masing, mereka memikirkan dan merenungkan kegiatan dan warga setempat. Ini terlihat ketika si A, W dan Memposting Status di Jejaring Sosial ditambah si K send ke Short Message Service. Kemudian setelah Shalat Maghrib Cewek berinsial A mencalling di nomorku, Ya Ampun sedih banget dengarnya..Berbicara dengan menagis terseduh-seduh.Dia menceritakan pengalamannya di Ulundoro. Katanya Kangen. Kemudian selanjutnya  pada pukul 21.00 Lagi di traffic light melakukan penggalangan dana  kampanye gizi dan dana raker. Tak lama kemudian cewek raha juga mencalling, ungkapannya juga sedih meninggalkan Ulundoro dengan haru isak tangis. Merenung kembali di Ulundoro, sepertinya tidak bias menahan derai air matanya. Katanya kangen……

Jika diresensi ini saya dapat menyimpulkan bahwa yang membuat mereka bersedih dan berat meninggakan dari Ulundoro karena mereka memiliki kesan tersendiri yang memaknai hidupnya sendiri dimana mereka bisa merasakan namanya hidup dengan saling berbagi, rasa perhatian, dan hidupnya bahagia diskitar warga yang cukup ramah dan memperhatikan satu sama lain, saling mengerti dan memahami. Yang intinya mereka menganggap kalian semua adalah seperti anaknya sendiri. Begitulah juga seorang ibu memperlakukan orang lain seperti dengan anaknya sendiri.

NB: Jangan Lupa dengan kami, Ingat Jangan lupa dengan kami
        apalagi disaat anda sudah sukses


For Mahasiswa KKN SSQ POSKO ULUNDORO




1 komentar:

  1. sdah menjadi takdir hidup..ada pertemuan ada pula perpisahan....
    tetapi momen yg pling mnarik bhkan mengharukan adlh momen perpisahan dngn org2 yg kita syangi.
    sayapun prnh merasakn hal sperti ini 2013 lalu,dan snior2 kmipun dmikian...kpergian ank2 STAIN dri lokasi KKN pasti mnyisahkan kesedihan dan kerinduan yg mndalam....hal ini trjadi tiap peride oleh krn hubungn silaturahmi yg baik antra wrga dan Mahasiswa KKN. Kmi sbgai Mahasiswa STAIN menganggap warga yg kami kunjungi sbg org tua kami,ank2 mreka kmi anggap sebagai kakak bila lbh tua,dan kami anggap sbg adik bla lbh muda dri kami,begitu pula sebaliknya...dan ini merupakn ajran agama kita yg tdk lain kita daptkan di meja kuliah,saling menyayangi antra sesama umat,terlebih lgi sesama saudara seiman dan seagama yg di ikat kaliamt tauhid "La ilaha Illallah muhammadarrasulullah...." sehingga dngn adanya ikatan ini,menjdikan Mahasiwa KKN rindu akn suasana KKN begitupula dngn Warga2 desa. semoga saudara yg mnulis artikel ini,slalu menggap ank STAIN sbgai Kakak-kakakmu bila iya lbh tua....dan insya Allah ank STAIN akn slalu mengingatmu.....dan sya Mewakili Mahasiswa STAIN mengucapkan bnyak terimah ksih kpda bpk2,ibu2,saudra2 yg sdah bnyak membantu dalam kegiatan KKN,baik dkungn moral,materi dan motivasi,sehingga KKN yg dilaksankan adik2 kami berjaln dngn baik,smoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT.Amin Ya Rabbal Alamin.....

    BalasHapus