Jumat, 12 Juli 2013

Laporan Pengenalan Alat-alat Mikrobiologi


LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Mikrobiologi Ternak, yang berjudul “Pengenalan Alat-alat Laboratorium Mikrobiologi” disusun oleh:
Nama               : Ardiansyah
Nim                 : 60700112049
Kelompok       : III (Tiga)
Jurusan            : Ilmu Peternakan
Telah diperiksa dengan teliti oleh asisten dan koordinator asisten dan dinyatakan diterima sebagai laporan lengkap.
                                                  Gowa,    Juni 2013
           Koordinator Asisten                                                          Asisten


(               Andy, S.Pt                 )                                (     Nurwahidah.J   )
        NIP. 19811006 200910 1 001                                    Nim:60700110025

Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab


(Amriana Hifizah, S.Pt., M.Anim.st)
NIP. 19761214 200604 2 002

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
       Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau Praktikan, dosen, dan peneliti melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium Mikrobiologi tidak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi Praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan. Setiap percobaan kita selalu menggunakan peralatan yang berbeda atau meskipun sama tapi ukurannya berbeda (Tandra, 2013).
       Pengenalan alat ini sangat penting demi kelancaran praktikum kita selanjutnya. Dalam sebuah praktikum, tentu saja praktikan tidak dapat secara langsung menggunakan alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum tersebut tanpa mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk menggunakannya (Tandra, 2013).
       Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara menggunakan alat – alat tersebut dengan tepat sehingga tidak akan mengganggu kelancaran praktikum dan tidak terjadi kecelakaan akibat dari kesalahan praktikan.

B. Tujuan Praktikum
            Adapun tujuan diadakannya praktikum ini yaitu untuk mengetahui alat-alat laboratorium dalam praktikum mikrobiologi beserta fungsinya.
                   





















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
       Mikrobiologi merupakan suatu istilah luas yang berarti studi tentang organism hidup yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikrobiologi mencakup studi tentang bakteri (bakteriologi), virus (virulogi), khamir dan jamur (miko-logi), protozoa (protozoologi), beberapa ganggang, dan beberapa bentuk kehidupan yang tidak sesuai untuk dimasukkan kedalam kelompok tersebut diatas. Bentuk kehidupan yang kecil seperti itu disebut mikroorganisme. Kadang-kadang disebut mikroba atau dalam bahasa sehari-hari, mikroba (Volk, 1993:3).
       Mikrobiologi adalah salah satu cabang ilmu dari biologi yang mempelajari tentang organisme yang mikroskopik yakni meliputi bakteri, virus, fungi, alga dan protozoa. Mikrobiologi boleh dikatakan merupakan ilmu yang masih baru. Dunia jasad renik barulah ditemukan sekitar 300 tahun yang lalu dan makna sesungguhnya mengenai mikroorganisme itu barulah dipahami sekitar 200 tahun kemudian. Selama 40 tahun terakhir, mikrobiologi muncul sebagai bidang biologi yang sangat berarti karena mikroorganisme digunakan oleh para peneliti dalam penelaah hampir semua gejala biologis yang utama (Feeyra, 2013).
       Mikroorganisme dapat menyebabkan banyak penyakit yang telah melanda peradaban manusia selama berabad-abad. Sebelum timbulnya pengertian bahwa penyakit menular disebabkan oleh mikroorganisme, secara berkala populasi dihancurkan oleh wabah penyakit seperti difteri, pes, dan cacar. Dengan diterapkannya penemuan-penemuan yang dibuat di dalam bidang mikrobiologi, ilmu kedokteran telah mencapai suksesnya yang paling besar dalam diagnosis, pencegahan, dan penyembuhan penyakit. Penurunan dramatis jumlah kematian akibat infeksi, penggandaan panjang hidup rata-rata, dan bertahun hidupnya sebagian besar anak-anak pada waktu lahir, sebagian besar merupakan buah pengetahuan yang ditemukan melalui penelaahan mikroorganisme (Pelczar, 2008:2).
       Didalam pekerjaan mikrobiologi seringkali kita tidak terlepas dari alat-alat yang berada di laboratorium. Peralatan yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi hampir sama dengan peralatan-peralatan yang umumnya digunakandi laboratorium kimia, yaitu berupa alat-alat gelas antara lain : tabung reaksi,cawan petri, pipet ukur, dan pipet volumetrik, labu ukur, labu erlenmeyer, gelas piala, pH meter, gelas arloji, termometer, botol tetes, pembakar spiritus, kaki tiga dengan kawat asbes, dan rak tabung reaksi. Di samping peralatan gelas tersebut, pada laboratorium mikrobiologi masih ada sejumlah alat yang khusus antara lain : autoklaf, oven, mikroskop, jarum ose (inokulum), jarum preparat, gelas objek, kaca penutup, keranjang kawat untuk sterilisasi, inkubator untuk membiakan mikroorganisme dengan suhu tertentu yang kostan, spektrofotometer untuk mengukur kepekatan suspensi atau larutan,penangas air untuk mencairkan medium, magnetik stirrer untuk mengaduk, dan tabung durham untuk penelitian fermentasi (Alfi, 2013).
      
       Dalam sebuah praktikum, praktikan diwajibkan mengenal dan memahami cara kerja serta fungsi dari alat-alat yang ada di laboratorium. Selain untuk menghindari kecelakaan dan bahaya, dengan memahami cara kerja dan fungsi dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan praktikum dengan sempurna. Penanganan bahan sebelum melakukan praktikum sangat mempengaruhi hasil praktikum. Bahan yang mudah menguap diletakkan didalam wadah, bahan kimia yang dapat menimbulkan bahaya sebaiknya disimpan dalam sebuah lemari asam. Ada beberapa faktor yang sangat penting dalam mengetahui alat-alat yang ada dilaboratorium, yaitu masalah alat-alat yang digunakan dan adanya ketelitian praktikan dalam melakukan pengukuran dan perhitungan. Suatu laboratorium harus merupakan tempat yang aman bagi para pekerja atau pemakainya yaitu para praktikan. Aman terhadap kemungkinan kecelakaan fatal maupun sakit atau gangguan kesehatan lainnya. Hanya didalam laboratorium yang aman, bebas dari rasa khawatir akan kecelakaan, dan keracunan seseorang dapat bekerja dengan aman, produktif, dan efesien (Tandra, 2013).
       Pengenalan alat-alat praktikum penting dilakukan guna untuk keselamatan kerja dalam melakukan proses penelitian.selain itu juga pengenalan alat praktikum bertujuan agar mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut. Alat-alat praktikum sangat di butuhkan dalam proses penilitian atau pun prktikum terutama dalam proses praktikum kimia ada banyak sekali alat-alat yang digunakan dan mempunyai fungsi masing-masing didalam bidang keilmuan atau pun proses penilitian tentu tentu alat-alat ini sangat di butuhkan sekali alat-alat laboratorium juga dapat berbahasa jika terjadi kesalahan dalam prosedur pemakaiannya maka diperlukannya pengenalan alat-alat laboratorium agar penggunaan alat tersebut dapat dipergunakan dengan fungsi dan prosedur yang baik dan benar, sehingga kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir sedikit mungkin hal ini penting agar mendapatkan hasil penelitian yang baik dan benar.data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang (Hokayuruke, 2013).
       Laboratorium sering diartikan sebagai suatu ruang atau tempat untuk melakukan percobaan atau penelitian. Ruang dimaksud dapat berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap atau alam terbuka misalnya kebun botani. Pada umumnya bentuk dan ukuran dan tata ruang suatu laboratorium didesain sedemikian rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan aktivitasnya. Disamping bentuknya, ukuran laboratorium perlu mendapat perhatian karena fungsi laboratorium tidak hanya digunakan untuk percobaan yang bersifat individual. Umumnya laboratorium dogunakan untuk berbagai kegiatan percobaan dalam konteks proses belajar mengajar. Sebuah laboratorium dengan ukuran lantai seluas 100 m²   dapat digunakan oleh sekitar 40 orang siswa, dengan setiap rasio setiap siswa menggunakan tempat seluas 2,5 m² dari keseluruhan luas laboratorium. Laboratorium untuk keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan ukuran lebih luas lagi, misalnya 3-4 m² untuk setiap mahasiswa (Suprianto, 2006).
       Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum. Siswa akan terampil dalam praktikum apabila mereka mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi nama alat, fungsi alat, dan cara menggunakannya. Pengetahuan alat yang kurang akan mempengaruhi kelancaran saat praktikum. Sebagai contoh, selama praktikum mahasiswa dilibatkan aktif dengan pemakaian alat dan bahan kimia. Mahasiswa yang menguasai alat dengan baik akan lebih terampil dan teliti dalam praktikum sehingga mahasiswa memperoleh hasil praktikum seperti yang diharapkan (Maink, 2013).
        Dalam suatu laboratorium, ada banyak jenis alat – alat yang digunakan, salah satu jenis alat yang sering digunakan dalam laboratorium mikrobiologi adalah alat sterilisasi. Dalam laboratorium, sterilisasi media dilakukan dengan menggunakan autoklaf yang menggunakan tekanan yang disebabkan uap air, sehingga suhu dapat mencapai 1210C. Sterilisasi dapat terlaksana bila mencapai tekanan 15 psi dan suhu 1210C selama 15 menit. Media biakan yang telah disterilkan harus diberi penutup agar tidak dicemari oleh mikroorganisme yang terdapat disekelilingnya. Pemanasan basah bertekanan tinggi (autoklaf) dapat digunakan untuk mensterilkan larutan komponen media, bahan dan alat-alat yang tahan terhadap pemanasan tinggi. Sterilisasi ini lebih baik dibandingkan sterilisasi dengan pemanasan kering karena dengan autoklaf tidak hanya mematikan mikroorganisme tapi juga mematikan sporanya. Waktu sterilisasi sangat bervariasi, tergantung dari ukuran obyek yang disterilkan. Lamanya waktu sterilisasi bahan cair (air, media) tergantung pada volume cairan yang disterilkan. Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan kering atau oven (Maink, 2013).
      
       Secara umum fungsi setiap alat diberikan secara umum karena tidak mungkin semua fungsi diutarakan dalam melakukan kegiatan di laboratorium. Untuk memudahkan dalam memahami alat-alat laboratorium, penulisan alat-alat diurut sesuai dengan abjad. Agar supaya alat-alat laboratorium dapat digunakan dalam waktu relatif lama dalam keadaan baik, perlu pemeliharaan dan penyimpanan yang memadai (Koesmadja, 2006).
       Pemakai laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium. Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur bangunan. Bangunan laboratorium tidak sama dengan bangunan kelas. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Faktor-faktor tersebut antara lain lokasi bangunan laboratorium dan ukuran-ukuran ruang (Hilmi, 2007).
       Penggunaan alat-alat dalam laboratorium diharapkan dalam keadaan steril. Penggunaan alat-alat yang tidak steril dapat menyebabkan kegagalan pada praktikum yang dilakukan. Dalam melakukan percobaan dilaboratorium atau bekerja dalam laboratorium terutama laboratorium kimia, seseorang akan selalu dihadapkan pada hal-hal yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia, peralatan yang dapat berbahaya dan merugikan bagi diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar, bila tidak digunakan dengan baik. Seperti layaknya pekerjaan lain, bekerja dalam laboratorium kimia juga mempunyai resiko kecelakaan kerja. Resiko ini dapat disebabkan karena faktor ketidaksengajaan, keteledoran dan sebab-sebab lain yang diluar kendali manusia (Tandra, 2013).

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
             Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah:
Hari/ Tanggal          : Senin/ 27 Mei 2013
Pukul                      : 08.30-12.00 Wita
Tempat                   : Laboratorium Kesehatan Hewan STPP Gowa
B. Alat dan Bahan
    1. Alat
        Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu autoklaf, batang gelas bengkok, bunsen, cawan petri, erlenmeyer, gegep (penjepit), gelas piala, gelas ukur, incubator, kaca preparat, laminar air flow, mikroskop, ose, oven, pengaduk, pipet, tabung durham dan tabung reaksi.
   2.Bahan
             Dalam praktikum ini tidak menggunakan bahan.
C. Prosedur Kerja
           Adapun prosedur kerja dalam praktikum ini adalah :
1. Mengambil setiap alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi.
2. Mempelajari setiap fungsi alat yang digynakan dalam praktikum   
     mikrobiologi.
3. Mengamati dan menggambar setiap alat tersebut.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
            Adapun hasil pengamatan dari praktikum ini adalah :
No
Nama Alat
Fungsi
Gambar


1.


Tabung reaksi
Untuk menumbuhkan mikroba dan menguji kimiawi



2.


Tabung durham
Untuk menampung ataumengubah gas yang terbentuk akibat metabolism pada bakteri yang diujikan.



3.


Kaca preparat
Untuk meletakkan objek yang akan diamati pada objek.



4.



Ose
Untuk mengambil dan menggores sampel yang akan diamati.



5.


Autoklaf
Untuk mensterilkan suatu benda dengan menggunakan uap.



6.


Oven
Untuk mensterilkan alat-alat gelas yang tahan terhadap panas.



7.


Bunsen
Untuk memanaskan dan mensterilkan alat-alat yang terbuat dari platina.



8.


Cawan petri
Sebagai tempat pertumbuhan mikroba secara kuantitatif dan sebagai tempat pengujian sampel.



9.


Gelas piala
Sebagai wadah larutan.



10.


Erlenmeyer
Untuk menampung larutan yang digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan yang diamati



11.


Pipet
Untuk mengambil dan memindahkan bahan.



12.


Pengaduk
Untuk mengaduk suatu larutan atau bahan



13.


Gelas ukur
Untuk mengukur volume suatu larutan.



14.


Batang gelas bengkok
Untuk mengaduk atau menghomogenkan bahan yang akan dibuat.



15.


Mikroskop
Untuk membesarkan benda sehingga membantu dalam pengamatan atau melihat benda kecil.



16.


Laminar air flow
Tempat pengerjaan mikroba khususnya bakteri secara aseptik



17.


Gegep/penjepit
Untuk menjepit tabung reaksi atau alat lain.



18.


Inkubator
Fungsi inkubator adalah untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol.


B. Pembahasan
     1. Alat-alat yang terbuat dari dari gelas
       Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh dapat diketahui bahwa yang termasuk alat-alat yang terbuat dari gelas yaitu tabung reaksi, tabung durham, erlenmeyer, gelas piala, pipet, pengaduk, cawan petri, gelas ukur,  dan batang gelas bengkok. Tabung reaksi merupakan alat yang berfungsi untuk menumbuhkan mikroba dan menguji kimiawi. Fungsi tabung durham yaitu untuk menampung atau mengubah gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. Sedangkan pada erlenmeyer digunakan untuk menampung larutan yang digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan yang diamati. Pada gelas piala digunakan Sebagai wadah larutan dan pipet diguanakan untuk  mengambil dan memindahkan bahan. Untuk pengaduk digunakan untuk mengaduk suatu larutan atau bahan, sedangkan cawan petri fungsinya sebagai tempat pertumbuhan mikroba secara kuantitatif dan sebagai tempat pengujian sampel. Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume suatu larutan, pada gelas batang bengkok fungsinya mengaduk atau menghomogenkan bahan yang akan dibuat.
     2. Alat-alat Sterilisasi
       Yang termasuk alat-alat sterilisasi yaitu autoklaf, oven, dan bunsen. Autoklaf digunakan untuk mensterilkan suatu benda dengan menggunakan uap, sedangkan untuk oven digunakan untuk mensterilkan alat-alat gelas yang tahan terhadap panas dan bunsen fungsinya untuk memanaskan dan mensterilkan alat-alat yang terbuat dari platina.
3. Mikroskop berfungsi untuk membesarkan benda sehingga membantu dalam pengamatan atau melihat benda kecil.
4. Alat-alat lain
           Alat-alat lain yang diperkenalkan di laboratorium, salah satunya yaitu laminar air flow, ose , gegep dan inkubator dimana laminar air flow digunakan tempat pengerjaan mikroba khususnya bakteri secara aseptik sedangkan pada ose digunakan untuk  mengambil dan menggores sampel yang akan diamati. Gegep atau penjepit digunakan untuk menjepit tabung reaksi atau alat lain sedangkan pada inkubator  untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
       Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi dapat diketahui setelah diperkenalkan bahwa yang termasuk alat-alat yang terbuat dari gelas seperti tabung reaksi, tabung durham, erlenmeyer, gelas piala, pipet, pengaduk, cawan petri dan batang gelas bengkok. Sedangkan yang termasuk alat-alat sterilisasi yaitu autoklaf, oven dan bunsen. Kemudian diperkenalkan juga cara mendapatkan dan mengetahui mikroba dengan menggunakan mikroskop. Alat-alat lain seperti laminar air flow, ose, gegep dan inkubator dan dijelaskan juga fungsi alat-alat tersebut satu per satu alat laboratorium mikrobiologi.
B. Saran
            Adapun saran yang dapat disampaikan pada praktikum ini yaitu sebaiknya pada percobaan selanjutnya terlebih dahulu praktikan diperkenalkan dan kegunaan alat-alat yang akan dipakai pada percobaan selanjutnya agar tidak kesalahan lagi dan bisa berjalan dengan lancar.




DAFTAR PUSTAKA
Alfi, Muhammad.2013.Laporan Praktikum Mikrobiologi. httpmuhammadalialfi.     
              blogspot.com201112laporan-praktikum-mikrobiologi-acara-1.html.(28   
              Mei 2013).
Fheeyra.2013.Laporan Praktikum Mikrobiologi.httpfheeyraredzqiiy.wordpress.
              com20091208laporan-praktikum-pengenalan-alat-mikrobiologi-2.html.
              (28 Mei 2013).
Hilmi, Yusuf.Biologi Umum.Surabaya:Sinar Wijaya.2007.
Hokayuruke.2013.Pengenalan Alat Laboratorium.httphokayuruke.blogspot.
              com201304pengenalan-alat-laboratorium.html..html.(28 Mei 2013).
Koesmadja.Kimia Dasar.Jakarta:Erlangga.2006.
Maink.2013.Pengenalan Alat-alat Mikrobiologi.http.www.mainkanakbugis.
              blogspot.com201212pengenalan-alat-alat-mikrobiologi.html..html.28   
              Mei 2013).
Pelczar.Dasar-dasar Mikrobiologi.Jakarta:Universitas Indonesia.2008.
Suprianto, Bambang.Biologi Umum II.Jakarta:Erlangga.2006.
Tandra, Rian.2013.Pengenalan Alat Mikrobiologi.http.www.riantandra.wordpress.
              com/tag/pengenalan-alat-mikrobiologi/.(28 Mei 2013).
Volk, Wesley.Mikrobiologi Dasar.Jakarta:Erlangga.1993.



 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar