Jumat, 12 September 2014

Laporan Pengenalan Bahan Pakan



LAPORAN PRAKTIKUM
BAHAN PAKAN DAN FORMULASI RANSUM
(PENGENALAN BAHAN PAKAN)
(PET-2324)






Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Melulusi Mata Kuliah
Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum (PET-2324) Pada Jurusan
Ilmu Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar


Oleh :

ARDIANSYAH
NIM . 60700112049


LABORATORIUM ILMU PETERNAKAN
JURUSAN ILMU PETERNAKAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun terhadap ternak tersebut. Mengenali bahan pakan adalah sebagai kewajiban bagi setiap mahasiswa yang berada di fakultas peternakan. Bahan pakan merupakan suatu bahan yang dapat dimakan, disukai, dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya, dapat diabsorbsi, bermanfaat bagi ternak dan tidak menganggu kesehatan ternak tersebut. Secara umum bahan pakan terbagi dalam delapan klas yaitu: hijuaan kering atau jerami padi, hijauan segar, Silase, sumber energi, sumber protein, sumber mineral, sumber vitamin, dan Aditif pakan[1]. 
Bahan Pakan dan Formulasi Ransum merupakan materi kuliah yang mempelajari jenis-jenis bahan pakan yang dapat di makan oleh ternak dan bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak itu sendiri. Pada praktikum kali ini, materi yang dibahas adalah pengenalan alat-alat laboratorium serta pengenalan jenis-jenis rumput dan jenis-jenis pakan lainnya yang dapat di manfaatkan oleh ternak[2].

Pentingnya bahan pakan khususnya untuk ternak merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk kita tidak mempelajarinya. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, menjadikan kebutuhan protein hewani juga meningkat. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan. Hal ini menyebabkan luas lahan pertanian mengalami penurunan, yang berpengaruh pada ketersediaan hijauan sumber pakan ternak ruminansia dan bahan konsentrat[3].
Tingginya konsumsi ternak terhadap pakan membuat para peternak sapi,ayam,kambing maupun hewan ternak lainnya mencari alternative pakan selain hijauan dan dedak padi pada umumnya. Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein, sumber energi, mineral dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada disekitar kita baik dalam bentuk bungkil maupun limbah dari pertanian dan limbah dari pengolahan tempe dan tahu. Kebutuhan protein hewani yang kian meningkat, harus diikuti dengan peningkatan produksi ternak ruminansia sebagai salah satu sumber protein hewani, sebagai upaya untuk mencapai swasembada daging sapi 2014. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia diantaranya dengan perbaikan kualitas bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan kualitas kesehatan ternak[4].
Hal inilah yang melatar belakangi dilakukannya praktikum ini agar mahasiswa dapat mengenal bahan pakan dari tekstur, rasa, warna, bau, asal, dan sumber/kelompok.
B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada praktikum ini yaitu bagaimana cara mengenal bahan pakan dengan memperhatikan tekstur, rasa, warna, bau, asal dan kelompok?
C.      Tujuan dan Kegunaan
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu agar mahasiswa dapat mengenal jenis bahan pakan dengan memperhatikan tekstur, rasa, warna, bau, asal dan kelompok.
Adapun kegunaan dari praktikum ini yaitu mahasiswa dapat mengenal jenis bahan pakan dengan memperhatikan tekstur, rasa, warna, bau, asal dan kelompok.

BAB II
TINJUAN TEORITIS

A.      Tinjauan Umum
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun terhadap ternak tersebut. Mengenali bahan pakan adalah sebagai kewajiban bagi setiap mahasiswa yang berada di fakultas peternakan. Bahan pakan merupakan suatu bahan yang dapat dimakan, disukai, dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya, dapat diabsorbsi, bermanfaat bagi ternak dan tidak menganggu kesehatan ternak tersebut. Secara umum bahan pakan terbagi dalam delapan klas yaitu: hijuaan kering atau jerami padi, hijauan segar, Silase, sumber energi, sumber protein, sumber mineral, sumber vitamin, dan Aditif pakan[5]. 
Bahan Pakan dan Formulasi Ransum merupakan materi kuliah yang mempelajari jenis-jenis bahan pakan yang dapat di makan oleh ternak dan bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak itu sendiri. Pada praktikum kali ini, materi yang dibahas adalah pengenalan alat-alat laboratorium serta pengenalan jenis-jenis rumput dan jenis-jenis pakan lainnya yang dapat di manfaatkan oleh ternak[6].

Pentingnya bahan pakan khususnya untuk ternak merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk kita tidak mempelajarinya. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, menjadikan kebutuhan protein hewani juga meningkat. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan. Hal ini menyebabkan luas lahan pertanian mengalami penurunan, yang berpengaruh pada ketersediaan hijauan sumber pakan ternak ruminansia dan bahan konsentrat[7].
Tingginya konsumsi ternak terhadap pakan membuat para peternak sapi,ayam,kambing maupun hewan ternak lainnya mencari alternative pakan selain hijauan dan dedak padi pada umumnya. Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein, sumber energi, mineral dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada disekitar kita baik dalam bentuk bungkil maupun limbah dari pertanian dan limbah dari pengolahan tempe dan tahu. Kebutuhan protein hewani yang kian meningkat, harus diikuti dengan peningkatan produksi ternak ruminansia sebagai salah satu sumber protein hewani, sebagai upaya untuk mencapai swasembada daging sapi 2014[8].

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia diantaranya dengan perbaikan kualitas bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan kualitas kesehatan ternak[9].
B.       Tinjauan Khusus
Hijauan makanan ternak bahan makanan yang berupa daun-daunan, kadang-kadang masih bercampur dengan batang, ranting, serta bunganya yang umumnya masih berasal dari tanaman sebangsa rumput/ Graminea, Cyperaceae atau daun kacang-kacangan/ Leguminosae atau jenis lainnya[10].
Bentuk fisik bahan makanan dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu bahan makan butiran (jagung, kacang-kacangan, sorgum), bahan makan berbentuk tepung (dedak halus, tepung ikan, tepung tulang) dan bahan makan berbentuk cairan (minyak ikan, minyak kelapa, molasses). Dan pengelompokan iti dikelompokkan lagi kedalam bahan pakan sumber energi, protein, lemak dan vitamin. Semua jenis bahan pakan untuk ternak tentulah sangat bermamfaat untuk ternak[11].
1.         Bahan Pakan Hijauan
Hijauan umumnya terdiri dari dari berbagai jenis rumput liar, limbah dan hasil ikutan pertanian, rumput jenis unggul yang dibudidayakan dan berbagai jenis Leguminosa. Hijauan tersebut merupakan bahan pakan yang kandungan serat kasarnya relatif tinggi. Pakan hijauan yang sudah tua mengandung serat kasar yang tinggi. Hal ini menunjukkan hijauan yang tua tersebut kurang bermutu. Hijauan yang bermutu baik adalah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Kandungan protein Leguminosa lebih dari 20%, sedangkan rumput kurang dari 10%. Oleh karena itu, kombinasi keduanya merupakan bahan pakan yang bermutu[12].
Hijauan segar ialah makanan yang berasal dari hijauan yang diberikan dalam bentuk segar. Termasuk hijauan segar ialah rumput segar, Leguminosa segar dan Silase. Hijauan kering ialah makanan yang berasal dari hijauan yang sengaja dikeringkan/ Hay ataupun jerami kering[13].
Makanan kasar ialah bahan makanan yang mempunyai kadar serat kasar yang tinggi. Bahan ini umumnya terdiri dari makanan hijauan yang berupa rumput atau Leguminosa dalam bentuk yang masih segar ataupun yang telah diawetkan seperti Silase atau Hay[14].
Potensi fisik jerami yang sangat besar belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pemanfaatan jerami sebagian besar dibakar (37%) untuk pupuk, dijadikan alas kandang (36%) yang kemudian dijadikan kompos dan hanya sekitar 15% sampai 22% yang digunakan sebagai pakan ternak. Kendala utama penggunaan jerami sebagai bahan pakan ternak adalah kecernaan (45-50%) dan protein (3-5%) yang rendah. Jerami sebagai limbah tanaman tua, jaringannnya telah mengalami Lignifikasi tingkat lanjut dan tingginya kandungan Silikat[15].
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian / jenis kacang-kacangan[16].
2.         Bahan Pakan Sumber Energi
Karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi utama. Zat karbohidrat ini bias berupa gula, pati atau serat kasar. Makanan berbutir dan ubi-ubian banyak mengandung gula dan pati. Hijauan merupakan sumber karbohidrat, apalagi makanan penguat seperti jagung dan sorghum[17].
Umbi-umbian tumbuh banyak di daerah tropis yang basah dan bermusim. Umbi-umbian yang paling banyak di daerah tropis adalah ketela pohon, ubi, ketela rambat, talas dan garut, mempunyai nilai kandungan tenaga dalam bahan kering yang tinggi[18].
Bekatul biasanya bercampur pecahan-pecahan halus dari menir dan lebih sedikit mengandung kulit dan selaput putih serta berwarna agak kecoklatan. Bekatul mendekati analisa dedak lunteh, tetapi sedikit mengandung selaput putih dan bahan kulit. Susunan zat makanannya sebagai berikut : 15 % air; 14,5 % protein; 48,7 % BETN; 7,4 % serat kasar; 7,4 % lemak dan 7% abu, kadar protein dapat dicerna 10,8 %dan MP 70 %[19].
Bahan pakan sumber energi mengandung karbohidrat relatif lebih tinggi dibandingkan zat – zat makanan lainnya. Kandungan protein sekitar 10%. Bahan pakan sumber energi bukan merupakan sumber zat makanan tetapi energi yang dihasilkan dari proses metabolis zat makanan organik yang terdiri karbohidrat, lemak dan protein[20].
Pakan sumber energi memiliki kandungan protein kasar < 20%, serat kasar < 18%. Dalam karbohidrat dan protein menghasilkan nilai energi yang relatif sama yaitu kurang lebih dari 4 kkal/gram, sedangkan lemak menghasilkan 2,25 kali lebih besar yaitu kurang lebih 9 kkal/gram. Sumber bahan energi yaitu jagung kuning, sorghum, tapioka, beras, bekatul, dan lainnya[21].
3.         Bahan Pakan Sumber Protein
Tepung bulu adalah tepung bulu ayam yang telah mengalami proses hidrolisis dengan jalan pengukusan pada suhu dan tekanan yang tinggi. Tepung bulu mengandung protein yang cukup tinggi yaitu sebasar 75-80% dengan nilai kecernaan protein di atas 75% bila proses pembuatannya baik[22].
Bungkil kedelai merupakan bahan makanan yanbg dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan ternak, meskipun bungkil kedelai tersebut sudah diambil minyaknya tetapi masih menyimpan protein nabati sebesar kurang lebih 40%[23].
Bungkil kelapa merupakan sumber lemak yang baik untuk unggas serta mengandung protein. Bungkil kelapa selain mudah didapat harganya juga murah. Pemberian bungkil kelapa untuk komposisi ransum maksimal sebesar 10 – 15%. Bungkil kelapa selain sebagai sumber asam lemak juga sebagai sumber Ca dan P meskipun kandungannya sedikit. Dan dalam penggunaan bungkil kelapa seharusnya tidak lebih dari 20 % karena penggunaan yang berlebihan harus diimbangi dengan penambahan Metionin dan Lisin (tepung ikan) serta lemak dalam ransum. Kandungan protein dalam bungkil kelapa cukup tinggi yaitu 18 % , sedangkan nilai gizinya dibatasi oleh tidak tersedianya dan ketidakseimbangan asam amino[24].
Menurut[25] yang menyatakan bahwa golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman). Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok: 
a.         Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil) 
b.         Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi, kaliandra, gamal dan sentero. 
c.         Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).
Bungkil kedelai merupakan sumber protein yang cukup tinggi terutama untuk protein kasarnya, sehingga kurang baik jika diberikan terlalu banyak. Adapun kedelai mentah mengandung beberapa penghambat Tripsin. Penghambat Tripsin ini (anti Tripsin) tidak tahan panas, sehingga bungkil kedelai  yang  mengalami  proses  pemanasan  terlebih  dahulu  tidak menjadi masalah dalam penyusunan ransum untuk unggas. Kualitas bungkil kedelai ditentukan oleh cara pengolahan. Pemanasan yang terlalu lama dapat merusak kadar Lisin[26].
4.         Bahan Pakan Sumber Mineral
Bahan pakan sumber mineral umumnya terdapat pada pakan berbutir dan hasil ikutannya serta hijauan. Pakan berbutir kaya akan unsur P, sedangkan hijauan kaya Ca, tetapi unsure P- nya kurang, kecuali hijauan jenis Leguminosa. Tepung tulang kaya akan Ca dan P, sedangkan kapur (giling) merupakan sumber Ca yang paling bagus dan harganya pun murah[27].
Feed supplement mineral lainnya adalah bahan makanan yang memiliki zat mineral seperti bahan makanan yang terdapat dalam jenis makanan yang menyimpan unsur zat Mg (Magnesium) yaitu: jenis kacang- kacangan[28].
Salah satu jenis batu kapur yang disebut batu bintang/ watu lintang adalah salah satu sumber mineral Ca yang baik yang sering digunakan di dalam ransum ternak. Batu kapur yang baik hampir murni tersusun dari kalsium karbonat (CaLO3) yang mengandung 36 sampai 38% Ca[29].
5.         Bahan Pakan Sumber Vitamin
Vitamin A dibentuk dari pro vitamin A/ Karoten. Warna kuning pada umbi-umbian dan butir-butiran hijau sebagai provitamin A, oleh dinding usus halus diubah menjadi vitamin A. Apabila sebagian besar daun pada hiajauan masih berwarna hijau, berarti provitamin-A nya masih tetap bertahan. Hijauan yang dipanen pada saat masih muda, provitamin A-nya lebih tinggi dibandingkan dengan hijauan yang tua[30].
Vitamin B12 dibutuhkan untuk merangsang proses pertumbuhan, meningkatkan daya tetas, meningkatkan resistan embrio dan membantu pembentukan sel darah merah. Sumber vitamin B12 terdapat pada tepung ikan[31].
Vitamin K banyak terdapat pada berbagai bagian tanaman hijau. Sejumlah senyawa mempunyai aktivitas seperti vitamin K, dan yang digunakan sebagai standar normal adalah yang disebut Menadion. Ada tersedia beberapa Derivat larut air yang berbeda yang diperdagangkan sebagai sumber vitamin K. Dua di antaranya yang umum digunakan adalah Meradion sodium bisulfite dan Menadion dimethilpyrimedinol bisulfate[32].
Vitamin D berguna untuk metabolisme dan mengatur keseimbangan unsur Ca dan P dalam tubuh, lebih- lebih untuk pembentukan tulang. Vitamin D di dalam tubuh dibentuk dengan bantuan sinar matahari. Di mana di bawah kulit terdapat provitamin D yang apabila kena sinar pagi akan terbentuk vitamin D[33].


6.         Feed Additif
Penggunaan antibiotika dalam usaha peternakan ayam dewasa ini semakin populer. Penggunaan antibiotika dirasakan mempunyai peranan penting dalam merangsang pertunbuhan ayam dan sekaligus memperbaiki efisiensi dalam penggunaan makanan. Penggunaan Euramian, telah terbukti sanggup memperbaiki pertumbuhan ayam rata-rata sebesar enam persen, efisiensi makanan sebesar tiga persen dan kasus penyakit berak darah berkurang tiga persen sampai enam persen[34].
Hormon Oestrogen sintesis seperti Stiboestrol memiliki peranan perangsang pertumbuhan, sedangkan Thyroxine dapat merangsang pertumbuhan dan produksi susu dan wol. Hormon dapat dimasukkan kepada ternak baik melalui mulut atau implantasi di bawah kulit. Dengan implantasi, pelet ditempatkan pada pangkal telinga ternak ruminansia, dan di leher pada komponisasi kimia ayam jantan muda[35].
Masih ada sejumlah bahan makanan tambahan seperti Nitrovin yaitu suatu Devirat guanidin dan senyawa Quinoxaline, yang nampaknya meningkkan laju pertumbuhan beberapa klas ternak. Koksidiostat yang digunakan pada makanan unggas dan obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan Histomoniasis pada kalkun juga bekerja sebagai perangsang pertumbuhan[36].
Ternak sering terserang oleh berbagai macam penyakit, baik yang berupa parasit luar/ Ecto-parasite maupun parasit dalam/ Endo-parasit. Untuk mencegah timbulnya penyakit akibat teraserang koksida/ Koksidosis dapat digunakan berbagai macam koksidiostat. Salah satu Koksidiostat yang sangat efektif adalah Sulfaquinoxalin. Di sampinng diberikan sebagai aditif pakan juga dapat diberikan bersama air minum[37].
Dedak halus merupakan salah satu bahan pakan yang diberikan kepada ternak karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak yang memiliki bau yang harum, tekstur yang kasar, rasa yang asin yang berasal dari nabati. MBM merupakan bahan pakan untuk ternak yang memiliki tekstur yang kasar, bau yang harum, warna coklat tua, rasa hambar. Bahan pakan pollard dengan tekstur halus, bau yang harum, rasa yang hambar, warna coklat muda[38].
SBM halus dengan tekstur yang halus, berwarna coklat tua, dengan bau yang busuk dan rasa yang sedikit manis. SBM kasar dengan tekstur yang kasar, berwarna coklat tua, berbau busuk dengan rasa hambar. Tepung jagung merupakan bahan pakan bagi ternak yang memiliki tekstur yang kasar, warna kuning, berbau harum dan memiliki rasa manis. Tepung bulu memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau menyegat dan memiliki rasa yang pahit[39].
Tepung batu memiliki tekstur yang kasar, dengan warna yang putih, memiliki bau yang harum dengan rasa yang hambar. Tepung tulang memiliki tekstur yang halus, degan warna putih, memiliki bau yang harum dan rasa yang manis. Kopra memiliki warna yang coklat tua, tekstur agak kasar, berbau harum dan memiliki rasa yang manis[40].


BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.      Jenis dan Lokasi Praktikum
Adapun jenis praktikum ini yaitu kuantitatif karena menjelaskan bagaimana cara membedakan jenis bahan pakan. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Juni 2014, Pukul 13.00-14.30 WITA, di Laboratorium ilmu peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
B.       Populasi Praktikum
Adapun alat yag digumakan pada praktikum ini yaitu cawan petri, kertas label dan alat tulis.
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu pollard, MBM, dedak halus, kopra, tepung tulang, tepung batu, SBM halus, SBM kasar, tepung bulu dan tepung jagung.
C.      Instrument Praktikum
Adapun instrument pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
1.         Menuangkan setiap bahan pakan pada masing masing cawan petri yang telah diberi label.
2.         Merabah setiap bahan pkan untuk mengetahui teksturnya.
3.         Mengamati setiap warna bahan pakan.
4.         Mencium setiap bahan pakan untuk mengetahui baunya.
5.         Mencoba mencicipi bahan pakan untuk mengetahui rasa dari masing-masing bahan pakan.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
No
Bahan Pakan
Tekstur
Warna
Bau
Rasa
Asal
Sumber/ kelompok
1
Pollard
Halus
Coklat muda
Harum
Hambar
Hasil sampingan biji-bijian
Protein nabati
2
MBM
Kasar
Coklat tua
Harum
Hambar
Hasil sampingan biji-bijian
Protein hewani
3
Dedak halus
Halus
Coklat muda
Harum
Asin
Hasil sampingan biji-bijian
Protein nabati
4
Kopra
Agak kasar
Coklat tua
Harum
Manis
Biji-bijan sumber minyak
Protein nabati
5
T. Batu
Kasar
Putih
Harum
Hambar
Hasil sampingan biji-bijian
Protein nabati
6
T. Tulang
Halus
Putih
Harum
Manis
Hasil hewan
Protein hewani
7
SBM halus
Kasar
Coklat
Harum
Hambar
Biji-bijian
Protein nabati
8
T. Bulu
Kasar
Coklat
Menyengat
Pahit
Hasil hewan
Protein hewani
9
T. Jagung
Kasar
Kuning
Harum
Manis
Biji-bijian
Protein nabati
10
SBM kasar
Kasar
Coklat
Harum
Hambar
Biji-bijian
Protein nabati
      Sumber: Hasil Praktikum Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum Universitas Islam Negeri                                Alauddin Makassar. 2014.




B.       Pembahasan
Pada praktikum ini didapatkan hasil yaitu pollard dengan tekstur kasar, berwarna coklat muda, berbau harum dan memilki rasa yang hambar. MBM dengan tekstur kasar, berwarna coklat tua, berbau harum dan memiliki rasa hambar. Dedak halus yang memiliki tekstur halus, berwarna coklat muda, berbau harum dan memiliki rasa asin.
Hal ini sesuai dengan penyataan[41] yang menyatakan bahwa Dedak halus merupakan salah satu bahan pakan yang diberikan kepada ternak karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak yang memiliki bau yang harum, tekstur yang kasar, rasa yang asin yang berasal dari nabati. MBM merupakan bahan pakan untuk ternak yang memiliki tekstur yang kasar, bau yang harum, warna coklat tua, rasa hambar. Bahan pakan pollard dengan tekstur halus, bau yang harum, rasa yang hambar, warna coklat muda.
Kopra memiliki tekstur yang agak kasar dengan warna coklat tua, memiliki bau harum dan memiliki rasa yang manis. Tepung batu memiliki tekstur kasar, berwarna putih, berbau harum dan memiliki rasa hambar. Tepung tulang memiliki tekstur halus, berwarna putih, berbau harum dan memiliki rasa yang manis.
Hal ini sesuai dengan pernyataan[42] yang menyatakan bahwa Tepung batu memiliki tekstur yang kasar, dengan warna yang putih, memiliki bau yang harum dengan rasa yang hambar. Tepung tulang memiliki tekstur yang halus, degan warna putih, memiliki bau yang harum dan rasa yang manis. Kopra memiliki warna yang coklat tua, tekstur agak kasar, berbau harum dan memiliki rasa yang manis.
Selanjutnya SBM halus yang memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau harum dan meiliki rasa yang hambar. Tepung bulu memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau harum dan memiliki rasa pahit. Tepug jagung memiliki tekstur yang kasar, berwarna kuning, berbau harum dan memiliki rasa yang manis. SBM kasar memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau harum dan memiliki rasa yang hambar.
Hal ini tidak sesuai dengan pernyataan[43] yang menyatakan bahwa SBM halus dengan tekstur yang halus, berwarna coklat tua, dengan bau yang busuk dan rasa yang sedikit manis. SBM kasar dengan tekstur yang kasar, berwarna coklat tua, berbau busuk dengan rasa hambar. Tepung jagung merupakan bahan pakan bagi ternak yang memiliki tekstur yang kasar, warna kuning, berbau harum dan memiliki rasa manis. Tepung bulu memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau menyegat dan memiliki rasa yang pahit.
Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan kualitas, penyimpanan yang tidak tepat sehingga merubah sifat fisik dan kimia dari pakan dan juga bias disebabkan oleh pengolahan yang kurang benar/ tepat.


BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktuikum ini yaitu untuk bisa mengenal beberapa macam bahan pakan maka dapat dilakukan dengan melakukan pengmatan secara makroskopis yaitu dengan memperhatikan teksturnya, warnanya, rasanya, baunya, asalnya dan sumber/kelompoknya.
B.       Implikasi Praktikum
Adapun saran yang ingin saya sampaikan yaitu sebaiknya dalam melakukan praktikum ini praktikan bear benar teliti dalam pengambilan data agar didapatkan hasil yang jauh lebih baik.




DAFTAR PUSTAKA

Aak. 1983. Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah. Yogyakarta,         Kanisius. 
  
Anggoradi, H.R. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.
            .
Anonim1. 2009. Ampas Tahu Tingkatkan Produksi Ayam Broiler.    www.Poultry Indonesia.com.  Diakses tanggal 16 Juni 2014.

Anonim2. 2009. Pati Aren. www.suaramerdeka.com.  Diakses tanggal 16 Juni 2014.

Anonim3. 2009. Mendongkrak Pendapatan Petani Dengan Sentuhan Teknologi             Maju.www.pustakadeptan.co.id.   Diakses tanggal 16 Juni 2014.

Anonim4. 2009. Budidaya dan Pasca Panen. www.litbang_deptan.co.id.  Diakses             tanggal 16 Juni 2014.

Anonim5. 2009. Biji Kacang Aren. www.Indobiogen.or.id.  Diakses tanggal 16 Juni          2014.

Anonim6. 2009. Bunga dan Biji Turi. www.griyokulo.tv.id. Diakses tanggal 16 Juni           2014.

Anonim7. 2009. Struktur Komposisi da Nutrisi Jagung.  www. balitseeal. Litbang  deptan.go.id.  Diakses tanggal 16 Juni 2014.

Harsono, H. S. 1995. Beternak Ayam Negeri Petelur Super yang Berhasil.              Pekalongan, Gunung Mas.

Hasbullah. 2001. Teknologi Tepat Guna Industri Kecil. Sumatra Barat, Dewan Ilmu           Pengetahuan, Teknologi dan Industri.

Kamal, M.1998. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum. Yogyakarta, Fakultas          Peternakan Universitas Gajahmada.
Murtidya, A. B. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam. Yogyakarta,         Kanisius.

Parakasi, Amirudin. 1993. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak. Bandung, Angkasa.

Rasyaf, M. 2001. Beternaka Ayam Petelur. Depok, Penebar Swadaya.

Sugeng dan Sudarmono. 2008. Beternak Domba Edisi Revisi. Depok, Penebar       Swadaya.

Suprayetno. 1981. Lamtoro gung dan Manfaatnya. Jakarta, Bhratara Karya Aksana.

Wahyu, Jojo. 1988. Ilmu Nutrisi Unggas. Yogyakarta, UGM Pers.










[1] Aak, Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah, (Yogyakarta, Kanisius, 1983), h 46. 
[2] H.R. Anggoradi, Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1995), h 46.
[3] Anonim1. 2009. Ampas Tahu Tingkatkan Produksi Ayam Broiler.  (www.PoultryIndonesia. com. 2009).  Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[4] Anonim3. Mendongkrak Pendapatan Petani Dengan Sentuhan Teknologi Maju. (www.pustakadeptan.co.id. 2009).   Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[5] Aak, Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah, (Yogyakarta, Kanisius, 1983), h 46. 
[6] H.R. Anggoradi, Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1995), h 46.
[7] Anonim1. Ampas Tahu Tingkatkan Produksi Ayam Broiler.  (www.PoultryIndonesia.com.  2009). Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[8] Anonim3.  Mendongkrak Pendapatan Petani Dengan Sentuhan Teknologi Maju. (www.pustakadeptan.co.id.  2009). Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[9] Anonim3. Mendongkrak Pendapatan Petani Dengan Sentuhan Teknologi Maju. (www.pustakadeptan.co.id. 2009).   Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[10] Anonim2. Pati Aren. (www.suaramerdeka.com. 2009).  Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[11] Anonim5. Biji Kacang Aren. (www.Indobiogen.or.id. 2009).  Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[12] Anonim4. Budidaya dan Pasca Panen. (www.litbang_deptan.co.id. 2009).  Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[13] Anonim6. Bunga dan Biji Turi. (www.griyokulo.tv.id. 2009). Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[14] Anonim7. Struktur Komposisi dan Nutrisi Jagung.  (www.balitseeal.Litbangdeptan.go .id. 2009). Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[15] H. S. Harsono, Beternak Ayam Negeri Petelur Super yang Berhasil,  (Pekalongan: Gunung Mas,1995), h 50.
[16] Hasbullah. Teknologi Tepat Guna Industri Kecil, (Sumatra Barat: Dewan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Industri, 2001), h 67.
[17] Kamal, M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum, (Yogyakarta: Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada,1998), h 78.
[18] Jojo, Wahyu, Ilmu Nutrisi Unggas, (Yogyakarta: UGM Pers1988), h 45.
[19] Suprayetno, Lamtoro gung dan Manfaatnya, (Jakarta: Bhratara Karya Aksana1981), h 89.
[20] Sudarmono,  Beternak Domba Edisi Revisi, (Depok: Penebar Swadaya, 2008), h 70.
[21] Rasyaf, M. 2001. Beternaka Ayam Petelur, (Depok, Penebar Swadaya, 2001), h 56.
[22] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna,  (Bandung: Angkasa1993), h 67.
[23] A. B, Murtidya, Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam,
 (Yogyakarta : Kanisius, 1992),  h 54.
[24] Kamal, M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum, (Yogyakarta: Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada,1998), h 80.
[25] H. S. Harsono, Beternak Ayam Negeri Petelur Super yang Berhasil,  (Pekalongan: Gunung Mas,1995), h 55.
[26] Hasbullah. Teknologi Tepat Guna Industri Kecil, (Sumatra Barat: Dewan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Industri, 2001), h 69.
[27] Hasbullah. Teknologi Tepat Guna Industri Kecil, h 67.
[28] Jojo, Wahyu, Ilmu Nutrisi Unggas, (Yogyakarta: UGM Pers1988), h 48.
[29] Suprayetno, Lamtoro gung dan Manfaatnya, (Jakarta: Bhratara Karya Aksana1981), h 100.
[30] Sudarmono,  Beternak Domba Edisi Revisi, (Depok: Penebar Swadaya, 2008), h 75.
[31] Rasyaf, M. 2001. Beternaka Ayam Petelur,  (Depok, Penebar Swadaya, 2001), h 58.
[32] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna,  (Bandung: Angkasa1993), h 79.
[33] A. B, Murtidya, Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam, (Yogyakarta: Kanisius, 1992), h 54.
[34] A. B, Murtidya, Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam, h 54.
[35] Sudarmono,  Beternak Domba Edisi Revisi, (Depok: Penebar Swadaya, 2008), h 80.
[36] Jojo, Wahyu, Ilmu Nutrisi Unggas, (Yogyakarta: UGM Pers1988), h 49.
[37] Jojo, Wahyu, Ilmu Nutrisi Unggas, h 52.
[38] Kamal, M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum, (Yogyakarta: Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada,1998), h 86.
[39] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna, (Bandung: Angkasa1993), h 70.
[40] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna, h 67.
[41] Kamal, M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum, (Yogyakarta: Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada,1998), h 86.
[42] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna, (Bandung: Angkasa1993), h 67.
[43] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna, (Bandung: Angkasa1993), h 70.

Rabu, 18 Juni 2014

Olahraga Bersama Peternakan 013 Uin Alauddin

Kebersamaan di Warkop25 Bersama Anak Ipter Uin Alauddin Makassar

Warkop 25 merupakan salah satu wadah untuk berkumpulnya anak Ipter  Uin Alauddin Makassar untuk ajang Silaturahmi antar angkatan senior dan junior Ipter yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas. Selain itu juga untuk saling mengenal lebih jauh antara senior dan junior. Ditempat ini kita berkumpul bersama, berbagi pengalaman, bercanda dan saling belajar satu sama lain dan saling membantu, itulah kebersamaan dan rasa solid anak Ipter. Anak Ipter memang punya jiwa dan rasa peduli terhadap sesama. Semoga dengan ini kita tetap bisa menjaga rasa persaudaraan dan rasa solidaritas yang tinggi ini. Kegiatan yang dilakukan di Warkop 25, selain saling berbagi cerita atau pengalaman, bercanda ria tetapi juga nonton bareng tentang kegiatan bakti sosial yang diadakan di Malino pada Jumat, 05 Juni 2014 sampai 06 Juni 2014. Disini kami tertawa melihat semua kegiatan yang ada di Malino baik pada saat di Lapangan, penerimaan materi bahkan pada saat tidur. Hal yang paling menarik adalah banyaknya foto yang diambil dengan gaya yang lucu sampai ada yang merasa tersipu malu melihat fotonya dan ada pula yang ketawa terbahak-bahak, saking sakitnya perut ketawa melihat foto-foto kegiatan tersebut.  Selain itu, Yang paling Menarik  adalah pada saat teman-teman adu karokean. Hasriani Budi bersama Amar Musdar soulmate menyanyikan sebuah lagu dangdut yang nampaknya menarik perhatian dari teman-teman. Disatu sisi Fifi Astriani nampaknya tidak mau kalah dengan adu karokean, maka dari itu Fifi Astriani menggandeng Ariel Syahriel untuk membawakan sebuah lagu. Tapi yang ada hanya tertawaan yang diberikan kepada mereka berdua.

Senin, 19 Mei 2014

Organ Reproduksi Betina dan Organ Reproduksi Jantan




Kali ini, praktikum yang dilakukan di Laboratorium adalah pengamatan Organ Reproduksi Betina dan Organ Reproduksi Jantan. Organ Reproduksi Jantan memiliki 3 komponen utama dimana organ reproduksi kelamin primer yaitu testis yang merupakan organ reproduksi yang menghasilkan spermatozoa, dan organ reproduksi sekunder  ada ves deferens dan epidemis yang tujuannya sebagai sarana transportasi spermatozoa, uretra itu sebagi saluran kencing dan semen, Penis sebagai alat kopulasi dan jalan keluar air mani pada waktu ejakulasi dengan mendeposisikan air mani pada alat kelamin betina, Skrotum untuk melindungi testes dari gangguan luar, kemudian organ pelengkapnya ada kelenjar vesiculer sebagai kelenjar vesicles, kelenjar prostat untuk mengelilingi dan sepanjang uretra dibagian posterior dari lubang ekstreterior kelenjar vesicular dan kelenjar cowper disebut juga kelenjar bulbeurethal.

Organ reproduksi betina terdapat 3 komponen utama juga yaitu organ kelamin primer dimana ovarium untuk menghasilkan telur, organ reproduksi sekunder terdapat tuba fallopi yang merupakan tempat terjadinya fertilisasi oleh spermatozoa, uterus sebagai tempat implimitasi zigot yang telah berkembang menjadi embrio, serviks untuk menghindari masuknya jasad mikroskopik maupun makroskopik ke dalam uterus dalam proses birahi, Vagina merupakan organ kopulasi pertemuan organ reproduksi jantan dan betina dan organ pelengkap dimana da vulva dan klitoris. Hormon yang dihasilkan pada betina adalah progesteron sedangkan pada jantan yaitu testesteron.

Mengamati Organ Kuda



Mungkin sebagian orang merasa heran dengan yang ada pada gambar tersebut. Loh kok praktikum pakai kacamata segala, tidak punya kerjaan yah???Jangan salah kawan, tujuan memakai kacamata tersebut untuk menghindari agar mata tidak perih karena organ tersebut yang diamati ini mengandung formalin dan harus pula memakai masker. Jika ada yang melihat foto tersebut diatas, mungkin ada yang bertanya oragan apa itu di dalam foto atau bahkan tidak mengetahui sama sekali. Organ yang diamati itu adalah organ pencernaan ternak Kuda. Dalam pengamatan ini membutuhkaan waktu yang cukup lama mengingat berbau dan seakan sesak nafas. Bisa dibilang semua praktikan yang masuk dalam Laboratorium, semunaya mengeluarkan air mata karena tidak bisa menahan perihnya formalin. Jika disentuh organ tersebut dan tidak memakai Lateks tangan kelihatan pucat. Kemudian dilakukanlah pengukuran panjang organ seperti usus halus sampai rektumnya.


Acara Syukuran Kemenangan Polardiksi




Sebagai Tanda terima kasih atas kemenangan Polardiksi yang diraih oleh Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar maka Himabim mengadakan acara syukuran atas kemenangan yang diraih di Tanjung Bayang pada Hari Kamis, 15 Mei 2014 yang bertepatan dengan hari Ulang Tahun Atlet Volly Ball Putra, sebut saja Syamsul Has dari Jurusan Teknik PWK sekaligus sebagai Koordinator Fakultas Sains dan Teknologi. Ketua Himabim, Eko Purwanto sangat berbangga terhadap teman-teman bisa menorehkan prestasi yang gemilang dunia kanca olahraga. Selain itu, Ina Angriani selaku Bendahara sangat antusias memandu dalam rangkaian acara ini sampai acara selesai mulai dari bakar-bakar ayam hingga usai makan pokoknya kak Inah Supel pake banget....Hahahahha
Yang tak kalah hebat, Kak Rika Rahim yang begitu banyak celotehannya, tidak mau kalah. Katanya Kegiatan ini baiknya dilakukan di Bima, Waow Super Waow gitu....Ketika itu saya langsung menyahut dengan nada spontan memangnya apa yang ada di Bima???Rika berkata bahwa disana memiliki pantai yang jauh lebih indah daripada ini..Saya berkata, Masa?Tetapi nyatanya tidak ada informasi bahwa di Bima Punya pantai yang indah dan eksotis. Yanga ada Bima itu tidak dikenal....Hahhahahahahahahaah Just Kidding.
Saya meluconi Rika Rahim bahwa NTB itu Nusa Tenggara Bima, Tetapi kalau di Sulawesi khususnya, NTB itu Nusa Tenggara Bulukumba.Wadduh Rika Rahim malah ngakak dan ketawa terbahak-bahak.Satu jam telah berlalu Kak Eko, Kak Emy, Kak Eca dan Kak Ina dan Kak Naya beserta kakak yang lainnya beserta teman-teman sudah datang juga ditempat langsung mengambil tempat untuk bakar ayam. Ketika bakar ayamnya berlangsung, dari teman-teman sudah ada yang mengorek-ngorek ayam bakar yang sudah masak dan panjang tangan lalu dimakan secara sembunyi-sembunyi.Ketika Kak Ina memulai juga di depan teman-teman makannya pun terbuka. Saya salut dengan Rauf dan Syahrul jadi pembakar ayam setia meskipun panasnya terik matahari, Jempol 20 jari untuk Rauf dan Syahrul....Hhahahaahahahha
Yang paling menarik sekali yaitu usai makan. Ketika itu tidak ada kegiatan lagi melihat terik matahari semakin panas membuat malas berenang. Tiba-tiba teman-teman memergoki kak Ina dan menangkapnya lalu mengangkat ke Laut untuk dicebur, Basah deh.Meskipun berteriak-teriak tetapi tidak bisa melawan dari teman-teman. Disaat itu, Rika Rahim juga dikejar untuk ditenggelamkan ke laut.Alhasilnya, berhasil menangkap tetapi teman-teman melepaskannya karena berteriak dan marah. Tak lama kemudian, Rika Rahim kembali ditangkap dan berhasil ke cebur. Selanjutnya, Kak Emy pula dengan suara yang manja di borong teman-teman dan berhasil juga di cebur ke laut, jangan nangis yah...Hhahahahahah

Polardiksi Se-Makassar di Universitas Hasanuddin Makassar





                        
Untuk mengembangkan bakat dan minat khususnya olahraga, Universitas Hasanuddin mengadakan kegiatan Polardiksi Se-Makassar yang dilaksanakan pada 3 Mei-11 Mei 2014 dari 12 Kampus. Adapun bidang olahraga yang diperlombakan yakni Futsal, Volly Ball, Lari, Tenis Meja dan Catur. Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan sesama Mahasiswa BM Se-Makassar. Uin Alauddin Makassar juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Olahraga Volly Ball Putri Uin dijadwalkan akan bertanding pada 4 Mei 2014 melawan Unhas, Sedangkan Volly Ball Putra Uin akan melawan Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Futsal Uin Tim B melawan Universitas Negeri Makassar. Dalam pelombaan volly putri untuk kali pertama dimenangi oleh Universitas Hasanuddin Makassar. Sedangkan volly putra dimenangi oleh Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan harus menerima kekalahan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Olahraga Futsal Uin Vs UNM harus menerima angka yang sama/seri.
Pada saat semifinal Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar masuk didalamnya sampai babak Final dan berhasil menjuarai Volly Ball Putri Juara 1 melawan UNM, dan volly ball putra Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menjuarai dengan juara 2 dengan melawan  UNM. Untuk Futsal Uin Tim B juara 2 dan Tim A Juara 3.Sungguh sangat berbangga dengan prestasi yang di raih. Pada 11 Mei 2014, penutupan Polardiksi Se-Makassar Yang ditutup langsung oleh Wakil Rektor II sekaligus penyerahan Piagam dan Piala. Alhamdulillah Uin Juara Umum III, Juara Umum II diraih oleh Universitas Hasanuddin dan Juara Umum I diraih oleh Universitas Negeri Makassar. Untuk kedepannya mari kita kembangkan potensi yang kita miliki, mari mengharumkan nama kampus tercinta.Semoga kedepannya lebih ditingkatkan lagi prestasinya.

Maaf jika ada kekeliruan atau kesalahan dalam penulisan..............

Sabtu, 17 Mei 2014

Asistensi Kimia Dasar di JILC Pongtiku

Marnila Sakit Kepala saat Asistensi Kimia Dasar di JILC Pongtiku

Aktivitas kami yang sehari-hari kami lakukan sebagai Mahasiswa. Dimana kami kuliah dan belajar dalam ruangan kelas maupun di luar kelas. Dari pagi jam 08.00 sampai perkuliahan pada pukul 15.30 yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Progran Intensifikasi Bahasa Asing (PIBA) di Basement Auditorium. Tugas kami sebagai Mahasiswa yang paling berat saat Maba adalah saat mulainya praktikum berjalan. Dalam kegiatan praktikum, ketika usai praktikum dalam seminggu sudah harus ada yang keluar dengan namanya Mesin Ketik. Saat itu kami berfikir dan merasa heran"Loh, kok pakai mesin ketik sih, ini kan sudah Modern" masa pakai mesin ketik. Tak ayal, harus bagaimanapun tetap dijalani dan dilakukan karena merupakan aturan dari Jurusan Kimia dan Biologi terkecuali Fisika yang tulis tangan laporannya. Disaat itu kami mulai pusing, bagaimana cara meamakai atau menggunakan mesin ketik tersebut karena tidak pernah bersentuhan dengan mesin ketik. Terlebih lagi,  mesin ketik susah dicarinya bahkan susah dapatnya atau bahkan sudah ditiadakan lagi. Alhamdulillah mesin ketiknya sudah dapat dengan berkat teman-teman. Mesin ketikya sudah dapat, tapi ampun bikin kepalang saja, bikin pusing. Perlahan-lahan sudah tahu cara memakainya, tapi ya ampun mengetik selembar membutuhkan waktu 2 jam, susah banget belum lagi mengganggu tetangga kost di malam hari ketika waktunya tidur dengan menekan tombol mesin ketik sekeras-kerasnya samapai tangan memerah. Yang paling bikin nyesek, sakit hati, dalam selembar sehuruf saja salah langsung minta ganti baru. Dan yang paling parah jika pada hasil pengamatan terdapat tabel biasanya garis atau kolomnya harus dari mesin ketik juga, whist Mesin Ketik membunuh. Disaat terakhir praktikum Kimia Dasar dengan percobaan terakhir pula. Kami sebagai praktikan sepertinya super kebut dimana akan diadakan ujian laboratorium tetapi sebelumnya semua laporan harus ACC dan pada lembar pengesahan harus ada tanda tangan Kordinator dan Asisten beserta dosen penanggung jawab, lagi-lagi praktikan mencari Kordinator, Asisten dan dosen penanggung jawab. Foto diatas diambil ketika Asistensi Laporan Kimia di Jilc Pongtiku. Saat itu, kami rela dan mati-matian kehujanan demi asistensi laporan. Bikin kepalang saja, tempatnya Asisten saja nyasar nyarinya bersama Irma Rukmana Kadir, Syafruddin, Asrul, Marnila, Sarialang, Resti Nanda Saputri, Masdalia, Akkuruddin, Edy Sudrajat, Fadillah, Salahuddin, Sutarmin dan Saenal Salju. Ketika sudah ketemu dengan Asisten Salmiwanti di Jilc, dilakukanlah asistensi. Ketika laporan sudah di asistensi dan di ACC, akan berlanjut ke tahap berikutnya yaitu pengambilan nilai dengan respon akhir.Jadi harus belajar kemabali...Rempong Amat Sih...Mungkin Begitulah namanya Mahasiswa..

Si Botak Lagi Eksis

Si Botak Kester 2012

Dengan melihat foto yang disebelah ini bikin ngakak saja. Coba dilihat dan diperhatikan nampak rambut tidak keihatan diantara beberapa kepala yang ada dalam foto tersebut. Ini diawali saat menjadi Mahasiswa Baru periode 2012/2013 Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Animal Husbandry. Untuk menjadi Mahasiswa harus melewati dari beberapa proses yang harus di lalui mulai dari Opak Universitas dan Opak Fakultas. Setelah itu Himpunan Jurusan mengambil alih untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada junior-juniornya melalui ajang silaturahim antar angkatan. Mahasiswa Himpunan Jurusan mengumpulkan junior-juniornya dalam satu ruangan dan saling kenal mengenal yang kemudian akan dilakukan agenda kegiatan selanjutnya dimana akan diadakan kegiatan Bina Akrab di Malino yang berlangsung selama 3 hari. Nama angkatan 2012 bernama "Macang XII" bukan Pao Macang ya...Haahahhaahah
Keberangkatan pada hari Jumat sore menuju ke Malino, para Junior berkumpul dengan Senior di Sekret Animal Husbandry yang berada di Jl.Andi Tonro, Gowa yang akan mengendarai Mobil paling elit dan teristimewa bagi angkatan 2012 samapai kepala bikin pusing tujuh keliling dan very hot  dengan muka dan mata penuh dengan debu. Dan sebagian tidak memiliki tempat atau kursi sehingga ada yang berdiri dan bergantian dan bahkan adapula berdiri samapai ditempat tujuan.
Ketika sesampainya di Malino, Kami para Junior diperintahkan berbaris dan mengumpulkan Hand Phone pada malam itu. Tak lama kemudian, Junior dipersilahkan masuk dalam penginapan dengan tertib. Setelah itu dilaksanakan Shalat berjamaah. Ketika sesudahnya shalat, Junior dipersilahkan duduk dengan tertib yang kemudian Panitia membagi-bagikan makanan untuk makan malam pada juniornya. Entah kenapa, ketika Makanan tersebut sudah dibagikan, tiba-tiba ada suara tangisan cewek sambil berkata "Kenapa Begini Makanannya"..!!
Tak lama kemudian diantara kami ada yang sakit kepalanya. Kegiatan pun berlangsung dengan di bukanya agenda kegiatan malam itu. Langsung saja yah, pada malam puncak kami para junior di suguhi beberapa pengalaman yang tak akan terlupakan dan kami selalu mengingat pengalaman itu di saat penyambutan Mahasiswa Baru..