Jumat, 26 September 2014

Demi Ratusan Kiloan Perjalanan Hanya Untuk GIFO



Tak pernah terlintas dipikiranku untuk pergi dan merencanakan sama sekali refreshing or rekreasi bersama teman-teman karena baru saja dari Bone dan Kolaka. Ketika saya berada di Makassar, ada BBM an yang masuk bahwasanya Anak Himabim ingin pergi Liburan. Liburan kali ini yang akan dikunjungi ada beberapa tempat yang mana opsi 1 di Bantimurung, Maros, Opsi2 Anjungan, Opsi3 Bira dan Opsi4 Malino. Mengingat, kemauan teman-teman ingin menapaki dan menjajal tempat liburan yang jauh maka opsi3 Bira yang Fix. Olehnya itu, Liburan kali ini Bersama teman-teman yang akan di Kunjungi adalah Pantai Pasir Putih Bira Beach, Bulukumba Berlayar. Tempat yang akan dikunjungi sudah ada, dari beberapa teman-teman sudah ada yang browsing via Google keberadaan Pantai Pasir Putih Bira Beach, Bulukumba Berlayar mulai dari letaknya, keindahan lautnya, Villanya dll. Awalnya keberangkatan pada pukul 16.00 Wita Sabtu, 20 September 2014 berubah keberangkatan pukul 14.00 Wita karena jarak tempuh perjalanan yang akan dilewati  ±  7 Jam. Kami berkumpul di Bundaran Kampus. Sebelum berangkat, sudah ada ambil gaya, berpose bahkan selca sambil menunggu beberapa teman. Akhirnya saya pun datang juga. Saya bertanya dengan Senior, Kak Dimana Emhy (Suhaemi)?? Senior Pun menjawab, Eddd, tanya itu temanta, kenapa belum datang???Dia itu masih kuliah orang sudah mau berangkat??Cetusnya, yang biasa di Sapa Kak Inah (Ina Angriani) Oww kuliah ini hari kah??Kataku. Ia, dia bilang gampang ji kak kalau saya, tenang mi. Ardhy ji itu mau di bujuk  Kak supaya berangkat lebih cepat??Katanya gampang ji kalau Emhy soal tepat keberangkatan tinggal membujuk satu teman supaya keberangkatan lebih awal dan kuliahnya ditinggalkan tapi kenyataanya Emhy (Suhaemi) yang mau di bujuk dan tidak meninggalkan kuliahnya. Yang Katanya sudah berjanji dengan Kak Inah (Ina Angriani) bahwa Emhy (Suhaemi) tidak mau masuk kuliah. Lagi-lagi Ngaret deh keberangkatan. Ketika perjalanan dimulai, saya hanya bisa menutup telinga  karena didalam mobil, penumpangnya bagaikan jual beli barang di pasaran. Ya, Ampun ditambah  panas membuat keringat bercucuran selayaknya habis bekerja. Wadduh tak tertahankan kalau begini ceritanya, yang paling heboh dan paing ribut selayaknya di pasaran Kursi mobil bagian kelas 2 dan 3. Yang duduk didepan, tidak banyak bicara. Tapi Kursi kedua dan ketiga dari belakang, Ya ampun berisik banget. Sebut Saja Emhyt Dokok (Demitri Bahriani) yang kadang kala di panggil Kodok, sapaan akrabnya Kak Emhyt dengan Kak Inah (Ina Angriani). Keduanya ini kalau memang ketemu sudah beradu mulut yang tidak ada titik komanya. Mereka berdua itu sama-sama karakter. Kak Rika (Rika Rahim), Kak Eko (Eko Purwanto) dan Uchy (Nurul Tauhid) dan Kak Ina (Ina Angriani), mereka berempat duduk paling belakang. Bagian tengah ada Saya, Kak Emhyt (Demitri Bahriani), Kak Echa (Lheny Sasmitasari) dan Kak Nayah (Inayah Natsir). Dan yang didepan ada Emhy (Suhaemi) dan Syamsul Has beserta Pak Sopir. Perjalanan sudah melintasi wilayah Bajeng, sudah ada yang tidur terlelap seperti tidur dikamarnya sendiri. Dari menit ke menit tidak terasa sudah memasuki  Kabupaten Takalar, Selamat Datang Butta Toa, Kabupaten Takalar. Masih Jauh perjalanan, salah satu penumpang sudah ada yang gagal ditengah perjalanan untuk mendapatkan tanda lulus keberangkatan, ditengah perjalanan sudah ada yang Muntah. Tidak terasa dengan waktu perjalanan, Salah seorang Cewek menanyakan Keberadaan Kabupaten Jeneponto, Sebut saja Uchy (Nurul Tauhid). Ya , Ampun ini adik, sudah di Jeneponto, Ungkap Kak Emhyt (Demitri  Bahriani). Begitulah kalau tertidur di dalam mobil. Indahnya perjalanan di Kabupaten Jeneponto. Saya menikmati perjalanan ketika melintasi  Kabupaten Jeneponto yang jalannya berkelok-kelok tetapi tidak menajam dan seperti  pula jalan tol, di sepanjang sisir jalan di suguhi nuansa laut dengan panorama alam tambak pembuatan garam. Disepanjang jalan, banyak tempat penjualan garam jadi. Kira-kira itu garam, yang karung kecil berapa harganya??Spontan menjawab Kak Eko (Eko Purwanto) Harganya Rp. 1.000 dan yang lain ketawa mendengar ucapannya. Mana ada garam Rp.1.000. Tapi yang pasti murah di daerah ini, kataku. Ketika menapaki jalan Welcome Butta Toa, Kabupaten Bantaeng. Ada tugu yang dilewati yang beraneka ragam rupa bentuk sebagai Penghasil Utama Kabupaten Bantaeng, ada Markisa, Jagung dan masih banyak yang lainnya.Wiuh, bagusnya Foto-foto di depan tugu situ, Singgah dulu Foto-foto, Kata Kak Emhyt (Demitri Bahriani). Sambil melintasi Kabupaten Bantaeng, Kak Echa (Lheny Sasmitasri) asyiek berbincang-bincang dengan Pak Sopir soal Wilayah Bantaeng, mulai dari Tata Kotanya, Kota Bersih, Bupatinya seorang Proffessor dll. Masih jauh perjalanan, punggung sudah terasa pegal akibat duduk terlalu lama, jujur saja baru kali pertama melakukakan perjalanan berkisar 7 jam lamanya. Dik Ardhy, jangankan 7 Jam, bagaimana dengan saya. Saya Ke Enrekang bersama Syamsul (Syamsul Has) dengan waktu tempuh perjalanan 14 Jam dengan Mengendarai Sepeda Motor. Pasti Pegal rasanya melakukan perjalanan jauh, itu sudah pasti. Kak Emhyt (Demitri Bahriani) tidak pernah menutup mulut sekalipun melintasi jalan. Dia Bercerita, pengalaman dan kegiatan Baksos yang diadakan di Kepulauan Selayar yang tepatnya di Pulau Jampea. Katanya perjalanan ke Selayar dengan menggunakan jasa Ferry ke Benteng Ibu Kota Kepulauan Selayar tidak Memakan waktu yang lama untuk sampai di tempat tersebut namun Perjalanan dari Benteng ke Pulau Jampea itu sangat lama untuk sampai ke dermaga berikutnya. Kegiatan Baksos yang diadakan di Pulau Jampea berlangsung selama Seminggu. Katanya sih, anak-anak disana merasa sedih  dan menangis melihat Pengurus dan Anggota HMJ PAI sudah tiba saatnya meninggalkan Pulau Jampea dan Kembali ke Makassar untuk mengenyam Pendidikan seperti sebelumnya. Perlahan-lahan, hampir semua penumpang terkecuali dengan sopir, sudah tertidur pulas. Beberapa jam kemudian, penumpang merasa lapar. Uchy (Nurul Tauhid), Kak Singgah Dulu Makan E, Lapar???Ayolah..Salah senior menjawab, mau singgah makan atau tidak??Spontan Uchy menjawab, singgah dong. Akhirnya singgah juga di WR. Kebetulan Warung tersebut berhadapan dengan Toko Alfamidi, wah semua memburu Toko tersebut. Ada yang menarik Money di ATM, ada pula langsung berbelanja untuk persiapan makanan di Bira. Setelahnya itu, WR pun di serbu. Kak Ina dan Kak Emhyt berkata kamu pesan apa??Mulai lah dari satu persatu memesan, ada Mie Pangsit, Soto Ayam dan Lalapan. Sambil menunggu pesanan sambil gifo-gifoan dulu. Makanya saya berikan Tema dalam Perjalan Ini adalah Demi Ratusan Kiloan Hanya Karena Gifo Buktinya dimanapun dan Kapan pun tidak mengenal waktu, pagi sore bahkan malam kamera selalau menemaninya setiap saat. Barang kali satu-satunya yang paling berharga adalah Kamera sekalipun sebagai Pacarnya. Ketika usai makan, istirahat sejenak lalu meneruskan perjalanan. Ketika itu, saya tidak bersandar pada kursi, lalu kemudian Kak Echa berkata seperti ini “Dik, Bersandar di Kursi, Kita Gantian Kalau Capek. Jangan Malu-malu.Jiah, Saya tidak bersandar dikira karena malu. Bukan malu tetapi merasa keenakan membungkuk kedepan karena tersandar pula dari kursi Sopir sambil tiduran. Tidak terasa kemudian waktu menunjukan Pukul 20.00 Wita tiba di Kabupaten Bulukumba. Em, sebentar lagi kita sampai ini. Waktu itu, pak sopir belum paham betul jalur perjalanan ke Bira, maka singgahlah bertanya kepada masyarakat setempat. Diberikan arah ‘Terus lalu belok kanan dan belok kiri lagi nantinya’ belum belok kiri, pak sopir bertanya kembali kepada ibu-ibu yang ditemui di pinggir jalan, Bu Mau Bertanya, Kalau Mau Ke Bira Lewat Mana?? Ibu pun menjawabnya, O..Lewat disini sambil menunjukan arahnya, belok kiri. Begini, terus-terus ki, jangki belok kiri.Oww iya bu, terimah kasih. Ketika sampai di Toko Alfamart pak sopir bertanya kembali, sambil pak sopir bertanya singgah pula membeli  Air Minum 1 Dos. Katanya Perjalanan ke Bira Terus-terus saja. Maka Perjalanan pun dilanjutkan kembali. Satu jam telah berlalu, telah memasuki Desa Bira.Yeah, akhirnya perjalan segera finish, dalam perjalanan kami mendapati gerbang pelabuhan penyeberangan Kepulauan Selayar. Tidak lama kemudian, sudah terlihat pula gerbang pintu Masuk Pantai Bira. Ketika sudah Masuk di Kawasan Pantai Bira. Sudah saatnya mencari penginapan/Villa atau Guest House. Tak lama kemudian penginapan sudah ada ditemukan yang pas. Segerahlah bergegas mengambil barang lalu mengangkat ke dalam penginapan. Sepertinya perut terasa kosong, buktinya Cemilan yang di bawa diserbu diteras penginapan. Tak lama kemudian saya mengajak Syamsul dan Emhy ke luar jalan-jalan sambil malam mingguan. Biarkan Berdua Kak Inah dan Kak Eko berduaan Malam Mingguan Juga.Hahah. Ketika itu saya keluar bersama Syamsul dan Emhy dengan membawa Kamera. Saat berjalan, Kak Emhyt datang menghampiri kita dengan berlarian, ikut dong. Ditengah jalan, singgah berfoto-foto lagi padahal sudah malam.Dasar Gila Foto, terus tidak banyak gaya. Gayanya pun tidak ada yang bagus. Apalagi Kak Emhyt gayanya yang paling menonjol adalah salam 2 jari terkadang bisa di bilang foto yah, ok fix.Hahhah...Tak lama kemudian kembali ke penginapan. Tetapi sebelumnya, singgah lebih dahulu di penjual baju khas Bira. Syamsul membeli baju 2 buah, mungkin yang 1-nya punya someonenya. Lalu Emhy dan Kak Emhyt membeli juga. Setelahnya itu kembali ke penginapan. Setelah ke penginapan dilanjutkan lagi bermain kartu. Domino dan Jendral. Domino dimainkan oleh Kak Eko, Kak Rika, Uci dan Syamsul. Saya sendiri bermain Jendral bersama Emhy, Kak Emhyt dan Kak Inah. Awalnya yang sering kena gocokan kartu selang seling diperankan oleh Kak Inah, Kak Emhyt dan Emhy. Di Domino yang berselang seling kena gocokan kartu ada Kaka Eko dan Uchy. Sementara Kak Echa dan Kak Nayah asyiek dengan bertatapan Hand Phone masing-masing yang iya punya sambil baringan diatas ranjang. Padahal waktu permainan itu sudah menunjukan pukul 23.00 Wita tetapi permainan pun tetap berlangsung. Tak lama kemudian saya pun kena giliran kena gocokan kartu. Dan Kak Emhyt mencatat dalam pikirannya bahwa yang sudah dapat T,U,K,A,N,G. Wah nasib saya, berselang seling kena gocokan bersama Emhy. Kak Inah menunjukan Ekspresi mukanya terhadap saya dengan wajah sedih dan menangis. Wih, kasianku lihat ki Ardhy..Hahhaha Modus lagi ini.Tak pernah terhenti, berselang seling kena gocokan bersama Emhy. Dan selalu kena sindiran atau olokan dari Kak Emhyt dan Kak Inah, maka saya pun berkata ayo Emhy kita borong berdua itu. Disebelah juga pun tampaknya seperti itu antara Kak Eko dan Uchy. Dan akhirnya, dengan kesadaran rasa bangga, 2 tim penguji meloloskan 4 orang ujian sidang dan berhak mengikuti wisudah dengan predikat Cum Luade dengan gelar S.TB. Keempat orang Ini adalah Eko Purwanto, S.TB, Nurul Tauhid, S.TB, Suhaemi, S.TB dan Ardiansyah, S.TB. Dan Keempat orang lainnya sementara dalam perbaikan diantaranya Ina Angriani, Demitri Bahriani, Rika Rahim dan Syamsul Has. Mengingat dalam perbaikan karena belum layak dapat gelar dikarenakan keahliannya masih diragukan didepan tim penguji.Hahahha..Waktu sudah menunjukan pukul 00.00 Wita. Sudah saatnya permainan usai. Dilanjutkan tidur. Tetapi mengapa demikian, waktunya tidur masih saja bergosip.Memang begitukah dengan perempuan tidak mengenal waktu dengan gosip???dengan begitu saya pun bilang, Kapan tidurnya kalau bergosip terus, mau sampai kapan???tak lama kemudian semuanya terdiam dan sudah tertidur.  Jam 05.00 Wita sebagian sudah terbangun, hanya saya dan Syamsul tetap melanjutkan tidur. Ketika paginya, sudah bergegas sarapan dan siap ke pantai. Namanya Kamera tak pernah ketinggalan, disetiap tempat pasti melakukan pemotretan. Seperti saja tukang fotografer. Yang paling unik disini adalah bahwasanya Kak Echa memiliki cara tersendiri dalam melakukan pemotretan yang jauh sangat berbeda dari yang lain dimana orang-orang saat ini jika ingin melakukan pemotretan foto dengan selca cukup dengan bantuan tongsis. Tapi Kak Echa tidak demikian, Kak Echa menggunakan Tangannya sebagai Tongsis terkeren yang pernah ada di Himabim dan bisa dibilang paling terhandal dan tanpa pakai biaya pula. Jika kalian ingin Foto Selca, cukup kalian panggil Kak Echa Karena Punya Tongsis Alternatif dan tanpa biaya.Hahha.  Indahnya pantai Bira yang selama ini lebih dikenal dengan Tanjung Bira yang merupakan salah satu destinasi wisata populer di Sulawesi Selatan. Bagaimana tidak, Bira Beach diminati banyak pelancong  dari berbagai daerah bahkan dari Mancanegara buktinya banyak Tourist atau wisatawan Mancanegara berbondong-bondong datang. Siapa sangka yang tak tertarik dengan Keindahan Tanjung Bira, pada siang hari gradasi warna laut yang terlihat biru hingga kehijauan dipadu dengan cerahnya biru langit seakan memanjakan mata kita.  Tak lengkap jika tidak mengunjungi pulau seberang di Tanjung Bira. Maka dari situ kami menyewa satu buah Speed Boat untuk ke Pulau Seberang Pantai Bira. Wao..Kerennya Naik Speed Boat, perasaan bercampur ketakutan dan kegembiraan dimana ketakutan jika terjatuh dari pantai lepas dan kegembiraan itu datang menghampiri kami sambil bersorak-sorak. Tidak pernah ketinggalan dengan kamera. Kapan pun dan dimanapun pasti memotret. Terlihat jelas bahwa semuanya adalah Gifo yang paling terberat. Di Speed Boat, yang duduk paling depan tepatnya pada kepala Speed Boat hampir tidak pernah dapat jepretan foto dan Ngambek, sebut Saja Emhy dan Kak Ina. Tetapi mereka berdua mengambil insiatif dengan memotret diri sendiri.  Yang selalu terpotret dengan kamera yang duduk pada bagian belakang dengan pemotret Kak Echa. Ketika Sampai di Pulau seberang Pantai Bira, tidak lengkap lagi jika tidak melakukan snorkeling di bawah laut yang cantik yang terdapat ikan dan Penyu. Ketika sampainya, bergegas berebut peralatan untuk snorkeling. Tapi sayangnya itu tidak terjadi karena ternyata banyak yang belum tahu berenang dan hanya beberapa orang saja yang tahu berenang. Saya sendiri tidak tahu berenang. Tetapi kami tidak merasa canggung hal itu, karena kami akan belajar. Kami pun mendapati Penyu meskipun tidak tau berenang tetapi berusaha dengan berbagai cara walaupun cara kami lakukan berenang tidak ada dalam daftar  refrensi gaya renang yang dilakukan. Bisa dibilang gaya renang jadul.Hahhaah. Setelahya itu beberapa kemudian kami balik ke Tanjung Bira Lagi. Tampaknya tidak seru jika tidak merasakan namanya Banana Boat ke Tanjung Bira. Yang tinggal dalam Speed Boat hanya tiga orang dimana Kak Eko, Kak Echa dan Kak Nayah sementara yang ada pada Banana Boat ada Syamsul, Kak Inah, Saya Sendiri, Kak Emhyt, Uchy, Kaka Rika dan Emi. Woeh jangan Banyak gaya, nanti jatuh. Jangan ceroboh karena ini pantai lepas, kata Syamsul. Yang ada malah diledekin yang lain. Wah Kak Inah, tidak puas jika tidak berdiri tetapi saya menariknya supaya duduk, eh malah bilang we jangan tarik dong.Haahha.Kak Emhyt tidak mau juga dikalah, Kak Emhyt juga melakukan hal sama sambil berteriak. Ini orang, orang gila atau kah meminta pertolongan.Kak Inah dan Kak Emhyt berteriak memanggil Kak Inah yang berada di depan kami dengan Speed Boat Sambil berteriak dengan menunjukan kehebatan mereka, berdiri di laut lepas tanpa pegangan tangan. Seandainya Jika mereka berdua terjatuh, kira-kira apa yang terjadi. Mungkin hanya bisa bilang selamat menempuh hidup baru.Hahahah. Ketika sesampainya digaris pantai yang diperbolehkan berenang, tiba-tiba Speed Boat memutar dengan mengguncangkan ke kiri sehingga Banana Boat yang kami naiki pun terbalik bersama orangnya.Hhahaha.Tak lama kemudian berada di pantai, kami pun mengakhiri bermain di pantai dan kembali ke penginapan untuk ganti baju. Setelah semuanya tertatap dan berpenampilan cantik. Para Ladies, lagi-lagi Gifo-an.  Ketika itu usai, kembali lagi jalan-jalan sambil berbelanja sebagai ole-oleh khas Bira. Tampaknya para Ladies, terlalu lama berbelanja. Mungkin tidak bisa dipungkiri jika Ladies ketika berbelanja memang paling lama dan masih mending jika tidak pemilih-milih. Dilain sisi katanya,  sambil berbelanja tetapi para Ladies juga menyempatkan Berpose bersama dengan si Bule. Yang paling terlama kemblai penginapan adalah si Uchy. Ketika Mobil saatnya berangkat kembali ke Makassar, penumpang sudah berada dalam mobil tetapi kak Inayah, Kak Emhyt dan Kak Echa masih Gifo-gifoan. Mungkin mereka bertiga tidak mau pulang, tinggalakan saja pak sopir.Hahhah. Cukup sampai disini saja dulu, kali lain lagi dilanjutkan ceritanya. Betul-betul perjalanan ini yang didapati adalah Gifo.


Jumat, 12 September 2014

Laporan Pengenalan Bahan Pakan



LAPORAN PRAKTIKUM
BAHAN PAKAN DAN FORMULASI RANSUM
(PENGENALAN BAHAN PAKAN)
(PET-2324)






Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Melulusi Mata Kuliah
Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum (PET-2324) Pada Jurusan
Ilmu Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar


Oleh :

ARDIANSYAH
NIM . 60700112049


LABORATORIUM ILMU PETERNAKAN
JURUSAN ILMU PETERNAKAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun terhadap ternak tersebut. Mengenali bahan pakan adalah sebagai kewajiban bagi setiap mahasiswa yang berada di fakultas peternakan. Bahan pakan merupakan suatu bahan yang dapat dimakan, disukai, dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya, dapat diabsorbsi, bermanfaat bagi ternak dan tidak menganggu kesehatan ternak tersebut. Secara umum bahan pakan terbagi dalam delapan klas yaitu: hijuaan kering atau jerami padi, hijauan segar, Silase, sumber energi, sumber protein, sumber mineral, sumber vitamin, dan Aditif pakan[1]
Bahan Pakan dan Formulasi Ransum merupakan materi kuliah yang mempelajari jenis-jenis bahan pakan yang dapat di makan oleh ternak dan bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak itu sendiri. Pada praktikum kali ini, materi yang dibahas adalah pengenalan alat-alat laboratorium serta pengenalan jenis-jenis rumput dan jenis-jenis pakan lainnya yang dapat di manfaatkan oleh ternak[2].

Pentingnya bahan pakan khususnya untuk ternak merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk kita tidak mempelajarinya. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, menjadikan kebutuhan protein hewani juga meningkat. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan. Hal ini menyebabkan luas lahan pertanian mengalami penurunan, yang berpengaruh pada ketersediaan hijauan sumber pakan ternak ruminansia dan bahan konsentrat[3].
Tingginya konsumsi ternak terhadap pakan membuat para peternak sapi,ayam,kambing maupun hewan ternak lainnya mencari alternative pakan selain hijauan dan dedak padi pada umumnya. Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein, sumber energi, mineral dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada disekitar kita baik dalam bentuk bungkil maupun limbah dari pertanian dan limbah dari pengolahan tempe dan tahu. Kebutuhan protein hewani yang kian meningkat, harus diikuti dengan peningkatan produksi ternak ruminansia sebagai salah satu sumber protein hewani, sebagai upaya untuk mencapai swasembada daging sapi 2014. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia diantaranya dengan perbaikan kualitas bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan kualitas kesehatan ternak[4].
Hal inilah yang melatar belakangi dilakukannya praktikum ini agar mahasiswa dapat mengenal bahan pakan dari tekstur, rasa, warna, bau, asal, dan sumber/kelompok.
B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada praktikum ini yaitu bagaimana cara mengenal bahan pakan dengan memperhatikan tekstur, rasa, warna, bau, asal dan kelompok?
C.      Tujuan dan Kegunaan
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu agar mahasiswa dapat mengenal jenis bahan pakan dengan memperhatikan tekstur, rasa, warna, bau, asal dan kelompok.
Adapun kegunaan dari praktikum ini yaitu mahasiswa dapat mengenal jenis bahan pakan dengan memperhatikan tekstur, rasa, warna, bau, asal dan kelompok.

BAB II
TINJUAN TEORITIS

A.      Tinjauan Umum
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun terhadap ternak tersebut. Mengenali bahan pakan adalah sebagai kewajiban bagi setiap mahasiswa yang berada di fakultas peternakan. Bahan pakan merupakan suatu bahan yang dapat dimakan, disukai, dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya, dapat diabsorbsi, bermanfaat bagi ternak dan tidak menganggu kesehatan ternak tersebut. Secara umum bahan pakan terbagi dalam delapan klas yaitu: hijuaan kering atau jerami padi, hijauan segar, Silase, sumber energi, sumber protein, sumber mineral, sumber vitamin, dan Aditif pakan[5]
Bahan Pakan dan Formulasi Ransum merupakan materi kuliah yang mempelajari jenis-jenis bahan pakan yang dapat di makan oleh ternak dan bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak itu sendiri. Pada praktikum kali ini, materi yang dibahas adalah pengenalan alat-alat laboratorium serta pengenalan jenis-jenis rumput dan jenis-jenis pakan lainnya yang dapat di manfaatkan oleh ternak[6].

Pentingnya bahan pakan khususnya untuk ternak merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk kita tidak mempelajarinya. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, menjadikan kebutuhan protein hewani juga meningkat. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan. Hal ini menyebabkan luas lahan pertanian mengalami penurunan, yang berpengaruh pada ketersediaan hijauan sumber pakan ternak ruminansia dan bahan konsentrat[7].
Tingginya konsumsi ternak terhadap pakan membuat para peternak sapi,ayam,kambing maupun hewan ternak lainnya mencari alternative pakan selain hijauan dan dedak padi pada umumnya. Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein, sumber energi, mineral dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada disekitar kita baik dalam bentuk bungkil maupun limbah dari pertanian dan limbah dari pengolahan tempe dan tahu. Kebutuhan protein hewani yang kian meningkat, harus diikuti dengan peningkatan produksi ternak ruminansia sebagai salah satu sumber protein hewani, sebagai upaya untuk mencapai swasembada daging sapi 2014[8].

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia diantaranya dengan perbaikan kualitas bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan kualitas kesehatan ternak[9].
B.       Tinjauan Khusus
Hijauan makanan ternak bahan makanan yang berupa daun-daunan, kadang-kadang masih bercampur dengan batang, ranting, serta bunganya yang umumnya masih berasal dari tanaman sebangsa rumput/ Graminea, Cyperaceae atau daun kacang-kacangan/ Leguminosae atau jenis lainnya[10].
Bentuk fisik bahan makanan dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu bahan makan butiran (jagung, kacang-kacangan, sorgum), bahan makan berbentuk tepung (dedak halus, tepung ikan, tepung tulang) dan bahan makan berbentuk cairan (minyak ikan, minyak kelapa, molasses). Dan pengelompokan iti dikelompokkan lagi kedalam bahan pakan sumber energi, protein, lemak dan vitamin. Semua jenis bahan pakan untuk ternak tentulah sangat bermamfaat untuk ternak[11].
1.         Bahan Pakan Hijauan
Hijauan umumnya terdiri dari dari berbagai jenis rumput liar, limbah dan hasil ikutan pertanian, rumput jenis unggul yang dibudidayakan dan berbagai jenis Leguminosa. Hijauan tersebut merupakan bahan pakan yang kandungan serat kasarnya relatif tinggi. Pakan hijauan yang sudah tua mengandung serat kasar yang tinggi. Hal ini menunjukkan hijauan yang tua tersebut kurang bermutu. Hijauan yang bermutu baik adalah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Kandungan protein Leguminosa lebih dari 20%, sedangkan rumput kurang dari 10%. Oleh karena itu, kombinasi keduanya merupakan bahan pakan yang bermutu[12].
Hijauan segar ialah makanan yang berasal dari hijauan yang diberikan dalam bentuk segar. Termasuk hijauan segar ialah rumput segar, Leguminosa segar dan Silase. Hijauan kering ialah makanan yang berasal dari hijauan yang sengaja dikeringkan/ Hay ataupun jerami kering[13].
Makanan kasar ialah bahan makanan yang mempunyai kadar serat kasar yang tinggi. Bahan ini umumnya terdiri dari makanan hijauan yang berupa rumput atau Leguminosa dalam bentuk yang masih segar ataupun yang telah diawetkan seperti Silase atau Hay[14].
Potensi fisik jerami yang sangat besar belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pemanfaatan jerami sebagian besar dibakar (37%) untuk pupuk, dijadikan alas kandang (36%) yang kemudian dijadikan kompos dan hanya sekitar 15% sampai 22% yang digunakan sebagai pakan ternak. Kendala utama penggunaan jerami sebagai bahan pakan ternak adalah kecernaan (45-50%) dan protein (3-5%) yang rendah. Jerami sebagai limbah tanaman tua, jaringannnya telah mengalami Lignifikasi tingkat lanjut dan tingginya kandungan Silikat[15].
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian / jenis kacang-kacangan[16].
2.         Bahan Pakan Sumber Energi
Karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi utama. Zat karbohidrat ini bias berupa gula, pati atau serat kasar. Makanan berbutir dan ubi-ubian banyak mengandung gula dan pati. Hijauan merupakan sumber karbohidrat, apalagi makanan penguat seperti jagung dan sorghum[17].
Umbi-umbian tumbuh banyak di daerah tropis yang basah dan bermusim. Umbi-umbian yang paling banyak di daerah tropis adalah ketela pohon, ubi, ketela rambat, talas dan garut, mempunyai nilai kandungan tenaga dalam bahan kering yang tinggi[18].
Bekatul biasanya bercampur pecahan-pecahan halus dari menir dan lebih sedikit mengandung kulit dan selaput putih serta berwarna agak kecoklatan. Bekatul mendekati analisa dedak lunteh, tetapi sedikit mengandung selaput putih dan bahan kulit. Susunan zat makanannya sebagai berikut : 15 % air; 14,5 % protein; 48,7 % BETN; 7,4 % serat kasar; 7,4 % lemak dan 7% abu, kadar protein dapat dicerna 10,8 %dan MP 70 %[19].
Bahan pakan sumber energi mengandung karbohidrat relatif lebih tinggi dibandingkan zat – zat makanan lainnya. Kandungan protein sekitar 10%. Bahan pakan sumber energi bukan merupakan sumber zat makanan tetapi energi yang dihasilkan dari proses metabolis zat makanan organik yang terdiri karbohidrat, lemak dan protein[20].
Pakan sumber energi memiliki kandungan protein kasar < 20%, serat kasar < 18%. Dalam karbohidrat dan protein menghasilkan nilai energi yang relatif sama yaitu kurang lebih dari 4 kkal/gram, sedangkan lemak menghasilkan 2,25 kali lebih besar yaitu kurang lebih 9 kkal/gram. Sumber bahan energi yaitu jagung kuning, sorghum, tapioka, beras, bekatul, dan lainnya[21].
3.         Bahan Pakan Sumber Protein
Tepung bulu adalah tepung bulu ayam yang telah mengalami proses hidrolisis dengan jalan pengukusan pada suhu dan tekanan yang tinggi. Tepung bulu mengandung protein yang cukup tinggi yaitu sebasar 75-80% dengan nilai kecernaan protein di atas 75% bila proses pembuatannya baik[22].
Bungkil kedelai merupakan bahan makanan yanbg dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan ternak, meskipun bungkil kedelai tersebut sudah diambil minyaknya tetapi masih menyimpan protein nabati sebesar kurang lebih 40%[23].
Bungkil kelapa merupakan sumber lemak yang baik untuk unggas serta mengandung protein. Bungkil kelapa selain mudah didapat harganya juga murah. Pemberian bungkil kelapa untuk komposisi ransum maksimal sebesar 10 – 15%. Bungkil kelapa selain sebagai sumber asam lemak juga sebagai sumber Ca dan P meskipun kandungannya sedikit. Dan dalam penggunaan bungkil kelapa seharusnya tidak lebih dari 20 % karena penggunaan yang berlebihan harus diimbangi dengan penambahan Metionin dan Lisin (tepung ikan) serta lemak dalam ransum. Kandungan protein dalam bungkil kelapa cukup tinggi yaitu 18 % , sedangkan nilai gizinya dibatasi oleh tidak tersedianya dan ketidakseimbangan asam amino[24].
Menurut[25] yang menyatakan bahwa golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman). Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok: 
a.         Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil) 
b.         Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi, kaliandra, gamal dan sentero. 
c.         Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).
Bungkil kedelai merupakan sumber protein yang cukup tinggi terutama untuk protein kasarnya, sehingga kurang baik jika diberikan terlalu banyak. Adapun kedelai mentah mengandung beberapa penghambat Tripsin. Penghambat Tripsin ini (anti Tripsin) tidak tahan panas, sehingga bungkil kedelai  yang  mengalami  proses  pemanasan  terlebih  dahulu  tidak menjadi masalah dalam penyusunan ransum untuk unggas. Kualitas bungkil kedelai ditentukan oleh cara pengolahan. Pemanasan yang terlalu lama dapat merusak kadar Lisin[26].
4.         Bahan Pakan Sumber Mineral
Bahan pakan sumber mineral umumnya terdapat pada pakan berbutir dan hasil ikutannya serta hijauan. Pakan berbutir kaya akan unsur P, sedangkan hijauan kaya Ca, tetapi unsure P- nya kurang, kecuali hijauan jenis Leguminosa. Tepung tulang kaya akan Ca dan P, sedangkan kapur (giling) merupakan sumber Ca yang paling bagus dan harganya pun murah[27].
Feed supplement mineral lainnya adalah bahan makanan yang memiliki zat mineral seperti bahan makanan yang terdapat dalam jenis makanan yang menyimpan unsur zat Mg (Magnesium) yaitu: jenis kacang- kacangan[28].
Salah satu jenis batu kapur yang disebut batu bintang/ watu lintang adalah salah satu sumber mineral Ca yang baik yang sering digunakan di dalam ransum ternak. Batu kapur yang baik hampir murni tersusun dari kalsium karbonat (CaLO3) yang mengandung 36 sampai 38% Ca[29].
5.         Bahan Pakan Sumber Vitamin
Vitamin A dibentuk dari pro vitamin A/ Karoten. Warna kuning pada umbi-umbian dan butir-butiran hijau sebagai provitamin A, oleh dinding usus halus diubah menjadi vitamin A. Apabila sebagian besar daun pada hiajauan masih berwarna hijau, berarti provitamin-A nya masih tetap bertahan. Hijauan yang dipanen pada saat masih muda, provitamin A-nya lebih tinggi dibandingkan dengan hijauan yang tua[30].
Vitamin B12 dibutuhkan untuk merangsang proses pertumbuhan, meningkatkan daya tetas, meningkatkan resistan embrio dan membantu pembentukan sel darah merah. Sumber vitamin B12 terdapat pada tepung ikan[31].
Vitamin K banyak terdapat pada berbagai bagian tanaman hijau. Sejumlah senyawa mempunyai aktivitas seperti vitamin K, dan yang digunakan sebagai standar normal adalah yang disebut Menadion. Ada tersedia beberapa Derivat larut air yang berbeda yang diperdagangkan sebagai sumber vitamin K. Dua di antaranya yang umum digunakan adalah Meradion sodium bisulfite dan Menadion dimethilpyrimedinol bisulfate[32].
Vitamin D berguna untuk metabolisme dan mengatur keseimbangan unsur Ca dan P dalam tubuh, lebih- lebih untuk pembentukan tulang. Vitamin D di dalam tubuh dibentuk dengan bantuan sinar matahari. Di mana di bawah kulit terdapat provitamin D yang apabila kena sinar pagi akan terbentuk vitamin D[33].


6.         Feed Additif
Penggunaan antibiotika dalam usaha peternakan ayam dewasa ini semakin populer. Penggunaan antibiotika dirasakan mempunyai peranan penting dalam merangsang pertunbuhan ayam dan sekaligus memperbaiki efisiensi dalam penggunaan makanan. Penggunaan Euramian, telah terbukti sanggup memperbaiki pertumbuhan ayam rata-rata sebesar enam persen, efisiensi makanan sebesar tiga persen dan kasus penyakit berak darah berkurang tiga persen sampai enam persen[34].
Hormon Oestrogen sintesis seperti Stiboestrol memiliki peranan perangsang pertumbuhan, sedangkan Thyroxine dapat merangsang pertumbuhan dan produksi susu dan wol. Hormon dapat dimasukkan kepada ternak baik melalui mulut atau implantasi di bawah kulit. Dengan implantasi, pelet ditempatkan pada pangkal telinga ternak ruminansia, dan di leher pada komponisasi kimia ayam jantan muda[35].
Masih ada sejumlah bahan makanan tambahan seperti Nitrovin yaitu suatu Devirat guanidin dan senyawa Quinoxaline, yang nampaknya meningkkan laju pertumbuhan beberapa klas ternak. Koksidiostat yang digunakan pada makanan unggas dan obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan Histomoniasis pada kalkun juga bekerja sebagai perangsang pertumbuhan[36].
Ternak sering terserang oleh berbagai macam penyakit, baik yang berupa parasit luar/ Ecto-parasite maupun parasit dalam/ Endo-parasit. Untuk mencegah timbulnya penyakit akibat teraserang koksida/ Koksidosis dapat digunakan berbagai macam koksidiostat. Salah satu Koksidiostat yang sangat efektif adalah Sulfaquinoxalin. Di sampinng diberikan sebagai aditif pakan juga dapat diberikan bersama air minum[37].
Dedak halus merupakan salah satu bahan pakan yang diberikan kepada ternak karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak yang memiliki bau yang harum, tekstur yang kasar, rasa yang asin yang berasal dari nabati. MBM merupakan bahan pakan untuk ternak yang memiliki tekstur yang kasar, bau yang harum, warna coklat tua, rasa hambar. Bahan pakan pollard dengan tekstur halus, bau yang harum, rasa yang hambar, warna coklat muda[38].
SBM halus dengan tekstur yang halus, berwarna coklat tua, dengan bau yang busuk dan rasa yang sedikit manis. SBM kasar dengan tekstur yang kasar, berwarna coklat tua, berbau busuk dengan rasa hambar. Tepung jagung merupakan bahan pakan bagi ternak yang memiliki tekstur yang kasar, warna kuning, berbau harum dan memiliki rasa manis. Tepung bulu memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau menyegat dan memiliki rasa yang pahit[39].
Tepung batu memiliki tekstur yang kasar, dengan warna yang putih, memiliki bau yang harum dengan rasa yang hambar. Tepung tulang memiliki tekstur yang halus, degan warna putih, memiliki bau yang harum dan rasa yang manis. Kopra memiliki warna yang coklat tua, tekstur agak kasar, berbau harum dan memiliki rasa yang manis[40].


BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.      Jenis dan Lokasi Praktikum
Adapun jenis praktikum ini yaitu kuantitatif karena menjelaskan bagaimana cara membedakan jenis bahan pakan. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Juni 2014, Pukul 13.00-14.30 WITA, di Laboratorium ilmu peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
B.       Populasi Praktikum
Adapun alat yag digumakan pada praktikum ini yaitu cawan petri, kertas label dan alat tulis.
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu pollard, MBM, dedak halus, kopra, tepung tulang, tepung batu, SBM halus, SBM kasar, tepung bulu dan tepung jagung.
C.      Instrument Praktikum
Adapun instrument pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
1.         Menuangkan setiap bahan pakan pada masing masing cawan petri yang telah diberi label.
2.         Merabah setiap bahan pkan untuk mengetahui teksturnya.
3.         Mengamati setiap warna bahan pakan.
4.         Mencium setiap bahan pakan untuk mengetahui baunya.
5.         Mencoba mencicipi bahan pakan untuk mengetahui rasa dari masing-masing bahan pakan.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
No
Bahan Pakan
Tekstur
Warna
Bau
Rasa
Asal
Sumber/ kelompok
1
Pollard
Halus
Coklat muda
Harum
Hambar
Hasil sampingan biji-bijian
Protein nabati
2
MBM
Kasar
Coklat tua
Harum
Hambar
Hasil sampingan biji-bijian
Protein hewani
3
Dedak halus
Halus
Coklat muda
Harum
Asin
Hasil sampingan biji-bijian
Protein nabati
4
Kopra
Agak kasar
Coklat tua
Harum
Manis
Biji-bijan sumber minyak
Protein nabati
5
T. Batu
Kasar
Putih
Harum
Hambar
Hasil sampingan biji-bijian
Protein nabati
6
T. Tulang
Halus
Putih
Harum
Manis
Hasil hewan
Protein hewani
7
SBM halus
Kasar
Coklat
Harum
Hambar
Biji-bijian
Protein nabati
8
T. Bulu
Kasar
Coklat
Menyengat
Pahit
Hasil hewan
Protein hewani
9
T. Jagung
Kasar
Kuning
Harum
Manis
Biji-bijian
Protein nabati
10
SBM kasar
Kasar
Coklat
Harum
Hambar
Biji-bijian
Protein nabati
      Sumber: Hasil Praktikum Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum Universitas Islam Negeri                                Alauddin Makassar. 2014.




B.       Pembahasan
Pada praktikum ini didapatkan hasil yaitu pollard dengan tekstur kasar, berwarna coklat muda, berbau harum dan memilki rasa yang hambar. MBM dengan tekstur kasar, berwarna coklat tua, berbau harum dan memiliki rasa hambar. Dedak halus yang memiliki tekstur halus, berwarna coklat muda, berbau harum dan memiliki rasa asin.
Hal ini sesuai dengan penyataan[41] yang menyatakan bahwa Dedak halus merupakan salah satu bahan pakan yang diberikan kepada ternak karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak yang memiliki bau yang harum, tekstur yang kasar, rasa yang asin yang berasal dari nabati. MBM merupakan bahan pakan untuk ternak yang memiliki tekstur yang kasar, bau yang harum, warna coklat tua, rasa hambar. Bahan pakan pollard dengan tekstur halus, bau yang harum, rasa yang hambar, warna coklat muda.
Kopra memiliki tekstur yang agak kasar dengan warna coklat tua, memiliki bau harum dan memiliki rasa yang manis. Tepung batu memiliki tekstur kasar, berwarna putih, berbau harum dan memiliki rasa hambar. Tepung tulang memiliki tekstur halus, berwarna putih, berbau harum dan memiliki rasa yang manis.
Hal ini sesuai dengan pernyataan[42] yang menyatakan bahwa Tepung batu memiliki tekstur yang kasar, dengan warna yang putih, memiliki bau yang harum dengan rasa yang hambar. Tepung tulang memiliki tekstur yang halus, degan warna putih, memiliki bau yang harum dan rasa yang manis. Kopra memiliki warna yang coklat tua, tekstur agak kasar, berbau harum dan memiliki rasa yang manis.
Selanjutnya SBM halus yang memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau harum dan meiliki rasa yang hambar. Tepung bulu memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau harum dan memiliki rasa pahit. Tepug jagung memiliki tekstur yang kasar, berwarna kuning, berbau harum dan memiliki rasa yang manis. SBM kasar memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau harum dan memiliki rasa yang hambar.
Hal ini tidak sesuai dengan pernyataan[43] yang menyatakan bahwa SBM halus dengan tekstur yang halus, berwarna coklat tua, dengan bau yang busuk dan rasa yang sedikit manis. SBM kasar dengan tekstur yang kasar, berwarna coklat tua, berbau busuk dengan rasa hambar. Tepung jagung merupakan bahan pakan bagi ternak yang memiliki tekstur yang kasar, warna kuning, berbau harum dan memiliki rasa manis. Tepung bulu memiliki tekstur yang kasar, berwarna coklat, berbau menyegat dan memiliki rasa yang pahit.
Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan kualitas, penyimpanan yang tidak tepat sehingga merubah sifat fisik dan kimia dari pakan dan juga bias disebabkan oleh pengolahan yang kurang benar/ tepat.


BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktuikum ini yaitu untuk bisa mengenal beberapa macam bahan pakan maka dapat dilakukan dengan melakukan pengmatan secara makroskopis yaitu dengan memperhatikan teksturnya, warnanya, rasanya, baunya, asalnya dan sumber/kelompoknya.
B.       Implikasi Praktikum
Adapun saran yang ingin saya sampaikan yaitu sebaiknya dalam melakukan praktikum ini praktikan bear benar teliti dalam pengambilan data agar didapatkan hasil yang jauh lebih baik.




DAFTAR PUSTAKA

Aak. 1983. Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah. Yogyakarta,         Kanisius. 
  
Anggoradi, H.R. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.
            .
Anonim1. 2009. Ampas Tahu Tingkatkan Produksi Ayam Broiler.    www.Poultry Indonesia.com.  Diakses tanggal 16 Juni 2014.

Anonim2. 2009. Pati Arenwww.suaramerdeka.com.  Diakses tanggal 16 Juni 2014.

Anonim32009. Mendongkrak Pendapatan Petani Dengan Sentuhan Teknologi             Maju.www.pustakadeptan.co.id.   Diakses tanggal 16 Juni 2014.

Anonim4. 2009. Budidaya dan Pasca Panenwww.litbang_deptan.co.id.  Diakses             tanggal 16 Juni 2014.

Anonim5. 2009. Biji Kacang Arenwww.Indobiogen.or.id.  Diakses tanggal 16 Juni          2014.

Anonim6. 2009. Bunga dan Biji Turiwww.griyokulo.tv.id. Diakses tanggal 16 Juni           2014.

Anonim7. 2009. Struktur Komposisi da Nutrisi Jagung.  www. balitseeal. Litbang  deptan.go.id.  Diakses tanggal 16 Juni 2014.

Harsono, H. S. 1995. Beternak Ayam Negeri Petelur Super yang Berhasil.              Pekalongan, Gunung Mas.

Hasbullah. 2001. Teknologi Tepat Guna Industri Kecil. Sumatra Barat, Dewan Ilmu           Pengetahuan, Teknologi dan Industri.

Kamal, M.1998. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum. Yogyakarta, Fakultas          Peternakan Universitas Gajahmada.
Murtidya, A. B. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam. Yogyakarta,         Kanisius.

Parakasi, Amirudin. 1993. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak. Bandung, Angkasa.

Rasyaf, M. 2001. Beternaka Ayam Petelur. Depok, Penebar Swadaya.

Sugeng dan Sudarmono. 2008. Beternak Domba Edisi Revisi. Depok, Penebar       Swadaya.

Suprayetno. 1981. Lamtoro gung dan Manfaatnya. Jakarta, Bhratara Karya Aksana.

Wahyu, Jojo. 1988. Ilmu Nutrisi Unggas. Yogyakarta, UGM Pers.










[1] Aak, Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah, (Yogyakarta, Kanisius, 1983), h 46. 
[2] H.R. Anggoradi, Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1995), h 46.
[3] Anonim1. 2009. Ampas Tahu Tingkatkan Produksi Ayam Broiler.  (www.PoultryIndonesia. com. 2009).  Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[4] Anonim3. Mendongkrak Pendapatan Petani Dengan Sentuhan Teknologi Maju. (www.pustakadeptan.co.id. 2009).   Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[5] Aak, Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah, (Yogyakarta, Kanisius, 1983), h 46. 
[6] H.R. Anggoradi, Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1995), h 46.
[7] Anonim1Ampas Tahu Tingkatkan Produksi Ayam Broiler.  (www.PoultryIndonesia.com.  2009). Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[8] Anonim3 Mendongkrak Pendapatan Petani Dengan Sentuhan Teknologi Maju. (www.pustakadeptan.co.id.  2009). Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[9] Anonim3. Mendongkrak Pendapatan Petani Dengan Sentuhan Teknologi Maju. (www.pustakadeptan.co.id. 2009).   Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[10] Anonim2. Pati Aren. (www.suaramerdeka.com. 2009).  Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[11] Anonim5. Biji Kacang Aren. (www.Indobiogen.or.id. 2009).  Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[12] Anonim4. Budidaya dan Pasca Panen. (www.litbang_deptan.co.id. 2009).  Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[13] Anonim6. Bunga dan Biji Turi. (www.griyokulo.tv.id. 2009). Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[14] Anonim7. Struktur Komposisi dan Nutrisi Jagung.  (www.balitseeal.Litbangdeptan.go .id. 2009). Diakses tanggal 16 Juni 2014.
[15] H. S. Harsono, Beternak Ayam Negeri Petelur Super yang Berhasil,  (Pekalongan: Gunung Mas,1995), h 50.
[16] Hasbullah. Teknologi Tepat Guna Industri Kecil, (Sumatra Barat: Dewan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Industri, 2001), h 67.
[17] Kamal, M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum, (Yogyakarta: Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada,1998), h 78.
[18] Jojo, Wahyu, Ilmu Nutrisi Unggas, (Yogyakarta: UGM Pers1988), h 45.
[19] Suprayetno, Lamtoro gung dan Manfaatnya, (Jakarta: Bhratara Karya Aksana1981), h 89.
[20] Sudarmono,  Beternak Domba Edisi Revisi, (Depok: Penebar Swadaya, 2008), h 70.
[21] Rasyaf, M. 2001. Beternaka Ayam Petelur, (Depok, Penebar Swadaya, 2001), h 56.
[22] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna,  (Bandung: Angkasa1993), h 67.
[23] A. B, Murtidya, Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam,
 (Yogyakarta : Kanisius, 1992),  h 54.
[24] Kamal, M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum, (Yogyakarta: Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada,1998), h 80.
[25] H. S. Harsono, Beternak Ayam Negeri Petelur Super yang Berhasil,  (Pekalongan: Gunung Mas,1995), h 55.
[26] Hasbullah. Teknologi Tepat Guna Industri Kecil, (Sumatra Barat: Dewan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Industri, 2001), h 69.
[27] Hasbullah. Teknologi Tepat Guna Industri Kecil, h 67.
[28] Jojo, Wahyu, Ilmu Nutrisi Unggas, (Yogyakarta: UGM Pers1988), h 48.
[29] Suprayetno, Lamtoro gung dan Manfaatnya, (Jakarta: Bhratara Karya Aksana1981), h 100.
[30] Sudarmono,  Beternak Domba Edisi Revisi, (Depok: Penebar Swadaya, 2008), h 75.
[31] Rasyaf, M. 2001. Beternaka Ayam Petelur,  (Depok, Penebar Swadaya, 2001), h 58.
[32] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna,  (Bandung: Angkasa1993), h 79.
[33] A. B, Murtidya, Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam, (Yogyakarta: Kanisius, 1992), h 54.
[34] A. B, Murtidya, Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam, h 54.
[35] Sudarmono,  Beternak Domba Edisi Revisi, (Depok: Penebar Swadaya, 2008), h 80.
[36] Jojo, Wahyu, Ilmu Nutrisi Unggas, (Yogyakarta: UGM Pers1988), h 49.
[37] Jojo, Wahyu, Ilmu Nutrisi Unggas, h 52.
[38] Kamal, M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum, (Yogyakarta: Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada,1998), h 86.
[39] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna, (Bandung: Angkasa1993), h 70.
[40] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna, h 67.
[41] Kamal, M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum, (Yogyakarta: Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada,1998), h 86.
[42] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna, (Bandung: Angkasa1993), h 67.
[43] Amirudin, Parakasi,  Gizi dan Makanan Terna, (Bandung: Angkasa1993), h 70.